Reuters/Bloomberg – 02 Oktober 2025 — Harga emas dunia menembus rekor baru di US$3.895,09/troy ons pada perdagangan Rabu malam sebelum terkoreksi tipis ke US$3.865/troy ons Kamis (2/10). Lonjakan ini dipicu ekspektasi Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan dua kali lagi tahun ini, masing-masing 25 bps pada Oktober dan Desember, setelah data tenaga kerja AS melemah tajam. Sepanjang 2025, emas sudah melesat 47,07%, termasuk kenaikan 3,45% hanya dalam lima hari terakhir.
Data ADP menunjukkan sektor swasta AS kehilangan 32.000 pekerjaan pada September, jauh di bawah ekspektasi +50.000. Bersamaan dengan penundaan rilis data payroll akibat government shutdown, pasar semakin yakin Fed akan segera melakukan pelonggaran moneter. Yield obligasi AS turun tajam; indeks dolar stagnan di 97,67, melemah terhadap yen, euro, dan sterling.
Sementara itu, bursa Asia ikut menguat dipimpin saham teknologi. Indeks Nikkei Jepang naik 0,5%, TWII Taiwan 1,5%, dan KOSPI Korea Selatan 2,8% usai Samsung dan Hynix menjalin kemitraan pasok chip untuk pusat data OpenAI. Wall Street pun mencetak rekor baru dengan Indeks Semikonduktor Philadelphia naik 2%.
Di dalam negeri, emas Antam justru melemah. Harga emas batangan LM dipatok Rp2.235.000/gram, turun Rp2.000 dari rekor kemarin Rp2.237.000/gram. Harga buyback juga turun ke Rp2.082.000/gram. Pelemahan ini lebih karena faktor internal penyesuaian harian dan strategi perdagangan Antam, yang berbeda dengan tren global.
Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed semakin kuat, analis menilai tren bullish emas dunia masih akan berlanjut, meski investor domestik perlu mewaspadai aksi ambil untung jangka pendek.
Ikuti saluran Indomine