Reuters – 19 November 2025 — Pemasok material baterai kendaraan listrik (EV) China kini mendesak kenaikan harga untuk kontrak jangka panjang bahan baku kunci, didorong oleh reli tajam harga kobalt dan pengetatan pasar.
Produsen prekursor Nickel-Manganese-Cobalt (NCM)—bahan katoda untuk 20% EV China—mulai menekan pembeli dengan menuntut pemangkasan diskon harga.
Pemicu Kenaikan:
- 📈 Reli Kobalt: Harga kobalt telah naik lebih dari dua kali lipat tahun ini, diperdagangkan mendekati US$24 per pon (Kamis, 14/11), melonjak dari ~US$10 akibat pembatasan ekspor Republik Demokratik Kongo (produsen top dunia) sejak Februari.
- ✂️ Pangkas Diskon: Biasanya prekursor NCM dihargai dengan diskon ~10% dari harga spot kobalt sulfat, namun kini produsen meminta diskon diperkecil menjadi 5%.
Ini adalah upaya kenaikan harga pertama dalam hampir dua tahun, menandakan pemulihan pasar baterai China pasca-kelesuan akibat oversupply sejak 2023. HSBC mencatat adanya rebalancing suplai-permintaan yang mulai mengerek harga dari level terendah.
Ikuti saluran Indomine