Tim Minerba ESDM Selidiki Penumpukan Limbah Nikel di IMIP

Bloomberg – 27 November 2025 — Kementerian ESDM menurunkan tim inspektur tambang ke Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk menyelidiki dugaan penumpukan limbah nikel (tailing) yang disebut menyebabkan sejumlah smelter besar menahan produksi. Dirjen Minerba Tri Winarno mengatakan pengecekan dilakukan atas arahan pimpinan, meski pengelolaan smelter di kawasan industri berada di bawah kewenangan Kemenperin.

Tri menyebut tim sudah berada di lokasi namun laporan resmi belum diterima. Wamen ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya juga membenarkan bahwa Direktur Teknik Lingkungan Minerba telah diterjunkan untuk memeriksa kondisi tailing di IMIP.

Menurut laporan Bloomberg, kapasitas penyimpanan tailing di IMIP nyaris penuh, dengan dokumen perluasan lokasi pembuangan masih diproses. Kondisi ini memaksa beberapa smelter menurunkan produksi, termasuk PT QMB New Energy Materials, yang diperkirakan melemah selama dua pekan. Perwakilan IMIP mengonfirmasi penyesuaian produksi tersebut.

IMIP sebelumnya menghadapi persoalan serupa. Awal tahun 2025 ditemukan timbunan slag dan tailing tanpa izin seluas lebih dari 10 hektare dengan volume diduga mencapai 12 juta ton, serta insiden longsor fasilitas tailing (TSF) pada Maret 2025 yang menewaskan tiga kontraktor.

Respons resmi dari manajemen IMIP maupun Ditjen ILMATE Kemenperin belum tersedia hingga berita ini diturunkan.

Dengan kapasitas tailing yang kembali kritis dan pengawasan lintas kementerian yang tumpang tindih, seberapa siap ekosistem industri nikel Indonesia menghadapi lonjakan produksi tanpa menimbulkan risiko lingkungan yang berulang?

Leave a Comment