5 Gunung Eksotis di Indonesia yang Terlarang untuk Didaki
Uncategorized

5 Gunung Eksotis di Indonesia yang Terlarang untuk Didaki

Halo, Adrenaline Junkies dan pencinta alam! Indonesia memang surga bagi para pendaki dengan deretan gunung berapinya yang megah. Namun, sebagai traveler yang bijak, kita harus tahu batasan. Nyatanya, tidak semua mahakarya alam ini bisa kita taklukkan.

Beberapa gunung terpaksa ditutup rapat dari aktivitas pendakian demi menjaga kelestarian ekosistem yang rapuh, atau karena medannya yang kelewat ekstrem. Agar rencana petualangan Anda tidak berujung pada sanksi atau bahaya, catat daftar 5 gunung di Indonesia yang berstatus “Terlarang untuk Didaki” berikut ini!

1. Gunung Anjasmoro (Jawa Timur)

Berdiri gagah setinggi 2.282 mdpl melintasi Jombang, Kediri, Mojokerto, Malang, hingga Kota Batu, Pegunungan Anjasmoro menggoda dengan ekosistemnya yang sangat rimbun. Namun, simpan keril Anda!

  • Alasan Dilarang: Kawasan ini adalah benteng pertahanan alam. Sejak 1992, Gunung Anjasmoro masuk dalam kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

  • Fakta Lapangan: Tidak ada jalur resmi. Topografinya sangat curam, dan membuka “jalur tikus” berisiko memicu kebakaran hutan serta merusak habitat flora-fauna langka.

2. Gunung Batok (Jawa Timur)

Bersebelahan persis dengan Gunung Bromo, Gunung Batok (2.440 mdpl) sangat ikonik dengan bentuknya yang mirip batok kelapa terbalik berlekuk-lekuk. Sering jadi latar foto aesthetic, kan? Tapi, gunung ini hanya untuk dipandang, bukan didaki.

  • Alasan Dilarang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melarang keras pendakian ke sini demi mencegah erosi dan kerusakan vegetasi.

  • Fakta Lapangan: Kemiringan lerengnya sangat ekstrem. Selain itu, karena letaknya yang terbuka di tengah kaldera, banyak akses ilegal yang sulit diawasi petugas, sehingga larangan tegas diberlakukan.

3. Gunung Piramid, Saeng, dan Gulgul (Jawa Timur)

Gugusan gunung di Pegunungan Iyang (Bondowoso – Jember) ini sempat viral karena bentuk punggungannya yang setajam pisau. Namun, pemandangan indah ini menyimpan bahaya mematikan.

  • Alasan Dilarang: Resmi ditutup oleh KPH Bondowoso sejak Mei 2025 karena tingginya tingkat kecelakaan fatal.

  • Fakta Lapangan: Jalurnya tidak wajar—sangat sempit, terjal, dengan jurang ratusan meter di sisi kanan dan kirinya. Ingat, ketiga gunung ini bukan destinasi wisata pendakian resmi. Nekat mendaki berarti menantang maut dan siap berhadapan dengan sanksi hukum!

4. Gunung Baluran (Jawa Timur)

Taman Nasional Baluran adalah Little Africa di Jawa. Di tengah hamparan Savana Bekol dan Pantai Bama, menjulang Gunung Baluran (1.247 mdpl).

  • Alasan Dilarang: Fokus utama area ini adalah suaka margasatwa, bukan taman bermain pendaki.

  • Fakta Lapangan: Gunung ini adalah rumah utama bagi banteng, rusa, merak, dan macan tutul. Mendaki ke sana tidak hanya berisiko merusak sumber air alami satwa liar, tetapi juga membahayakan nyawa Anda sendiri karena potensi pertemuan tak terduga dengan hewan buas.

5. Gunung Merapi (Jawa Tengah & DIY)

Gunung paling legendaris di tanah Jawa ini sudah ditutup total untuk segala jenis pendakian sejak letusan freatik pada Mei 2018. Tidak ada toleransi, tidak ada perizinan.

  • Alasan Dilarang: Aktivitas vulkanik yang tidak terduga, potensi awan panas (wedhus gembel), dan kubah lava yang tidak stabil.

  • Fakta Lapangan: Masih ada saja yang bandel. Pada Desember 2025 lalu, tiga pendaki ilegal nekat naik via Kali Talang dan berujung cedera di medan yang gelap dan curam. Jangan ditiru! Menyelamatkan pendaki ilegal di gunung api aktif mempertaruhkan nyawa Tim SAR.


Sebagai traveler sejati, menghormati aturan lokal dan alam adalah pencapaian yang jauh lebih keren daripada sekadar menancapkan bendera di puncak. Mari nikmati gunung-gunung di atas dari kejauhan!

Author: Mata Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *