Struktur Konten (Sitemap) & Arsitektur Informasi

Berikut adalah Struktur Konten (Sitemap) & Arsitektur Informasi yang dirancang khusus untuk geolocana.com. Struktur ini berfokus pada kemudahan akses (User Experience) agar pengguna bisa menemukan informasi keselamatan dalam waktu kurang dari 3 kali klik.


I. Menu Utama (Main Navigation)

Ini adalah menu yang selalu terlihat di bagian atas (Header).

  1. Beranda (Dashboard)
    • Hero Section: Kolom pencarian “Cek Risiko Lokasi Saya” (Input: Nama Desa/Kecamatan/LatLong).
    • Live Ticker: Status gempa terkini (BMKG) atau status gunung api (PVMBG).
    • Highlight: Peta ringkasan risiko bencana hari ini.
  2. Peta Risiko (Interactive Map)
    • Filter Layer: Gempa, Tsunami, Gunung Api, Gerakan Tanah.
    • Legenda Peta: Zona Merah (Bahaya), Kuning (Waspada), Hijau (Aman).
    • Lokasi Penting: Titik Kumpul (Assembly Point), RS, Posko.
  3. Ensiklopedia Bencana (Knowledge Hub)
    • Jenis Bencana (Definisi & Karakteristik).
    • Sejarah Kejadian (Arsip bencana masa lalu).
  4. Panduan Mitigasi (Action Plan)
    • Pra-Bencana (Pencegahan).
    • Saat Bencana (Tanggap Darurat).
    • Pasca-Bencana (Pemulihan).
  5. Lapor Kejadian (Crowdsource)
    • Formulir pelaporan warga (Retakan tanah, mata air keruh, dll).
  6. Tentang Kami & Kontak

Detail Halaman Konten (Deep Dive)

Berikut adalah rincian isi dari setiap halaman penting:

A. Halaman “Cek Risiko Mandiri” (Fitur Unggulan)

Halaman ini muncul setelah user melakukan pencarian lokasi.

  • Skor Risiko: Indikator jarum (Rendah/Sedang/Tinggi).
  • Analisis Lokasi:
    • “Lokasi Anda berjarak 5 km dari Sesar Lembang.”
    • “Lokasi Anda berada di Zona Likuifaksi Menengah.”
  • Rekomendasi Spesifik:
    • Konstruksi: “Gunakan pondasi cakar ayam.”
    • Vegetasi: “Tanam akar wangi di tebing belakang rumah.”

B. Halaman “Panduan Mitigasi” (Siklus Bencana)

Jangan hanya teks panjang, gunakan format checklist.

  • Tab 1: Persiapan (Siaga)
    • [Checklist] Isi Tas Siaga Bencana (P3K, Senter, Dokumen).
    • [Tutorial] Cara mematikan gas & listrik saat gempa.
    • [Simulasi] Peta jalur evakuasi dari rumah ke titik kumpul.
  • Tab 2: Saat Kejadian
    • Gempa: “Drop, Cover, Hold On”.
    • Tsunami: “Lari ke tempat tinggi, jangan tunggu surut”.
    • Gunung Api: “Hindari lembah sungai (zona lahar)”.
  • Tab 3: Pasca Kejadian
    • Cara cek struktur bangunan retak.
    • Nomor telepon bantuan psikososial.

C. Halaman Detail Bencana (Database)

Halaman dinamis untuk setiap item (misal: “Gunung Merapi”).

  • Header: Nama Gunung, Ketinggian, Lokasi Administratif.
  • Status Terkini: Level I/II/III/IV (Data Real-time).
  • Peta KRB: Peta statis Kawasan Rawan Bencana.
  • Sejarah Letusan: Timeline letusan besar (Edukasi sejarah).

III. Struktur Footer (Bagian Bawah)

Informasi pendukung yang harus mudah diakses.

  • Nomor Darurat (Quick Access):
    • Ambulans (118/119)
    • Pemadam Kebakaran (113)
    • SAR (115)
  • Tautan Data Terbuka:
    • Sumber Data: BMKG, PVMBG, BNPB, USGS.
  • Disclaimer:
    • “Informasi ini sebagai panduan mitigasi, bukan prediksi mutlak.”

IV. Strategi User Journey (Alur Pengguna)

Agar konten efektif, kita harus membayangkan skenario pengguna:

Skenario 1: The Panic User (Baru saja merasa gempa)

  • Masuk: Beranda.
  • Aksi: Klik tombol besar merah “Barusan Gempa?”.
  • Konten: Menampilkan info gempa terkini (M > 3.0) + Panduan “Apa yang harus dilakukan sekarang”.

Skenario 2: The Planner (Ingin beli tanah/rumah)

  • Masuk: Peta Risiko / Cek Lokasi.
  • Aksi: Input koordinat lahan.
  • Konten: Laporan analisis tanah (Kemiringan lereng, jarak sesar).
  • Hasil: User jadi tahu apakah tanah itu aman untuk dibangun.

Rekomendasi Teknis untuk Konten

  1. Gunakan Bahasa Visual: Kurangi teks panjang. Gunakan ikon (🔥, 🌊, ⛰️) dan infografis.
  2. Mobile First: Pastikan struktur ini rapi saat dibuka di HP, karena saat bencana orang memegang HP, bukan Laptop.
  3. Micro-Copywriting: Gunakan bahasa yang menenangkan namun tegas.
    • Salah: “Anda akan mati jika tidak lari.”
    • Benar: “Segera evakuasi ke tempat tinggi untuk keselamatan.”

Leave a Comment