Cemas “Hawkish Cut” The Fed, Harga Emas Antam dan Global Kompak Tergelincir

Bloomberg/Reuters — 09 Desember 2025 — Pasar emas menghadapi tekanan ganda pada perdagangan Selasa (9/12), baik di kancah global maupun domestik, seiring sikap hati-hati investor menanti hasil rapat kebijakan Federal Reserve. Di pasar spot global, harga emas turun 0,3% menjadi US$4.174,91 per troy ons pada sesi perdagangan Selasa pagi. Penurunan ini turut menyeret harga emas berjangka AS (futures) untuk pengiriman Desember yang melemah 0,4% ke level US$4.202,70 per ons.

Koreksi harga global berdampak langsung pada pasar domestik. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini turun Rp6.000 menjadi Rp2.403.000 per gram. Senada dengan harga jual, harga pembelian kembali (buyback) juga terpangkas Rp6.000 ke posisi Rp2.263.000 per gram.

Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, menyebut investor tengah melakukan repositioning menjelang pertemuan dua hari The Fed yang dimulai hari ini. Meskipun pasar (CME FedWatch Tool) telah memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dengan probabilitas 89%, investor mewaspadai potensi “Hawkish Cut“—yaitu pemangkasan bunga yang disertai sinyal kebijakan ketat untuk tahun depan.

John Canavan dari Oxford Economics memprediksi The Fed mungkin akan menahan suku bunga untuk beberapa waktu pada tahun depan setelah pemangkasan bulan ini. Hal ini diperkuat oleh kenaikan imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10 tahun yang mendekati puncak tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir, mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Selain emas, logam mulia lainnya juga terkoreksi:

  • Perak: Turun 0,6% ke US$57,76 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi US$59,32 pada Jumat lalu.
  • Platinum: Melemah 0,2% ke US$1.638,35.
  • Palladium: Turun 0,4% ke US$1.459,78.

Leave a Comment