Bloomberg/Reuters — 11 Desember 2025 — Keputusan Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5-3,75% direspons beragam oleh pasar komoditas. Di Indonesia, harga emas Antam langsung melonjak Rp15.000 menjadi Rp2.431.000 per gram pada perdagangan Kamis (11/12), dengan harga buyback naik ke Rp2.291.000 per gram.
Namun, di pasar global, harga emas spot mengalami tekanan jual jangka pendek (sell on news) sebesar 0,2% ke level US$4.220,09 per troy ons setelah sempat menguat di awal sesi. Sebaliknya, emas berjangka AS (Futures) untuk pengiriman Februari masih mencatatkan penguatan 0,5% ke US$4.247,50 per ons.
Berbeda dengan emas yang berkonsolidasi, logam mulia lain justru mencatatkan reli signifikan:
- Perak: Tampil paling gemilang dengan menembus rekor tertinggi baru di US$62,88 per ons sebelum menetap di US$62,09 (naik 0,5%). Logam ini mencatat keuntungan fantastis 115% sepanjang tahun ini (year-to-date), didorong oleh masuknya perak ke dalam daftar mineral kritis AS dan menipisnya stok global.
- Platinum: Bergerak positif dengan kenaikan 0,8% menjadi US$1.669,73 per troy ons.
- Paladium: Turut menguat 0,3% ke level US$1.480,03 per troy ons.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengindikasikan bahwa siklus pelonggaran mungkin akan ditahan sementara (“pause“) untuk menilai data ekonomi, dengan proyeksi hanya satu kali pemangkasan tambahan pada tahun 2026.