Warisan Budaya dan Kearifan Lokal Kasepuhan

Pilar budaya (cultural diversity) merupakan elemen yang membedakan Geopark Global UNESCO dari sekadar taman nasional biasa. Di CPUGG, budaya Sunda Kasepuhan menjadi identitas yang sangat kuat dan berperan langsung dalam pelestarian alam.

Tradisi Pertanian Berkelanjutan (Tatanen)

Masyarakat adat Kasepuhan, seperti yang berada di Ciptagelar, Sinarresmi, dan Ciptamulya, telah mempraktikkan sistem pertanian yang selaras dengan alam selama lebih dari enam abad. Tradisi “tatanen” mereka memiliki aturan ketat yang secara tidak langsung menjaga keseimbangan ekologi:

  1. Siklus Tanam Sekali Setahun: Menanam padi hanya diperbolehkan sekali dalam setahun untuk memberikan waktu bagi tanah untuk memulihkan kesuburannya secara alami.
  2. Varietas Padi Lokal: Mereka hanya menggunakan benih padi warisan leluhur dan menolak benih hibrida atau rekayasa genetika modern.
  3. Pertanian Organik: Penggunaan pupuk kimia dan pestisida dilarang keras, memastikan kualitas tanah dan air di hulu geopark tetap terjaga.
  4. Larangan Menjual Beras: Bagi masyarakat Kasepuhan, padi adalah nyawa. Menjual beras dianggap menjual kehidupan, sehingga beras hasil panen hanya digunakan untuk konsumsi sendiri atau disimpan dalam lumbung.

Ketahanan Pangan Melalui “Leuit”

Ketahanan pangan masyarakat Kasepuhan adalah salah satu yang terbaik di dunia. Mereka memiliki ribuan lumbung padi yang disebut “leuit”. Teknologi penyimpanan tradisional mereka memungkinkan padi bertahan hingga 30 tahun tanpa rusak. Cadangan pangan di Kasepuhan Ciptagelar bahkan diperkirakan cukup untuk memberi makan seluruh komunitasnya selama 95 tahun ke depan jika terjadi krisis pangan global.

Upacara Seren Taun

Setiap tahun, masyarakat Kasepuhan menyelenggarakan upacara Seren Taun sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan panen. Ritual ini bukan hanya festival budaya, melainkan prosesi sakral yang memperkuat ikatan sosial dan komitmen mereka terhadap lingkungan. Puncak acara adalah “ngadiukeun,” yaitu memasukkan padi hasil panen ke dalam “Leuit Si Jimat” atau lumbung utama keramat.

Aspek TradisiDetail KarakteristikSignifikansi UNESCO
Prinsip TanamSatu kali setahun, benih lokalPertanian berkelanjutan
PenyimpananLeuit (Lumbung padi tradisional)Ketahanan pangan berbasis komunitas
UpacaraSeren TaunPelestarian warisan budaya tak benda
FilosofiPadi sebagai simbol kehidupanEtika lingkungan dan konservasi

Leave a Comment