Kudeta Venezuela & Efek Domino ke Batubara RI: Peluang Windfall atau Ancaman Inflasi?

Republika — 06 Januari 2026 — Gejolak geopolitik di Venezuela pasca penguasaan AS memicu spekulasi pergeseran peta energi global. Keputusan Presiden Donald Trump menghentikan ekspor minyak Venezuela—pemilik cadangan terbesar dunia (303 miliar barel)—berpotensi memaksa China, sebagai salah satu importir utamanya (351 ribu barel per hari), untuk mencari substitusi energi segera.

Analisis pasar menyebutkan bahwa meski China bisa beralih ke Timur Tengah, risiko geopolitik di kawasan tersebut (sebagai proksi AS) cukup tinggi. Situasi ini membuka peluang bagi China untuk melakukan switching sementara ke batubara guna mengamankan pasokan energi bagi mesin industrinya. Hal ini berpotensi membatalkan prediksi awal penurunan permintaan batubara China sebesar 10-12% tahun ini.

Bagi Indonesia, skenario ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, potensi lonjakan permintaan dari China dapat menciptakan windfall profit bagi penerimaan negara dan memicu sentimen bullish bagi emiten batubara di lantai bursa. Namun di sisi lain, kenaikan harga acuan global ini berisiko menekan kewajiban pasokan dalam negeri (DMO) dan melambungkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik PLN jika harga domestik ikut terseret naik.

Leave a Comment