Bisnis — 15 Januari 2026 — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus tancap gas dalam memperluas portofolio energi hijaunya. Perseroan resmi memulai pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di Sumatera Selatan yang memiliki kapasitas 55 Megawatt (MW). Kepastian ini ditandai dengan kick-off meeting yang digelar awal pekan ini, di mana manajemen menargetkan proyek strategis ini akan beroperasi penuh secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada tahun 2030. Proyek ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Lumut Balai Unit 2 (55 MW) yang baru saja beroperasi pada Juni 2025 lalu, serta telah masuk dalam daftar prioritas Blue Book Bappenas 2025-2029.
Langkah ini menjadi bagian vital dari ambisi besar PGEO untuk mendongkrak kapasitas terpasang mandiri menjadi 1 Gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan, dari posisi saat ini sebesar 727 MW. Direktur Operasi PGEO, Ahmad Yani, menegaskan bahwa selain Lumut Balai, perseroan juga tengah memacu proyek PLTP Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW) serta proyek co-generation berkapasitas 230 MW bersama PLN Indonesia Power guna mencapai target jangka panjang 1,8 GW pada 2033.