Reuters — 15 Januari 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda penerapan tarif impor mineral kritis, termasuk rare earths, litium, dan mineral strategis lainnya, dan menginstruksikan pemerintahannya untuk mengamankan pasokan dari mitra dagang luar negeri.
Keputusan ini diambil di tengah pertimbangan risiko terhadap ekonomi AS serta proses Mahkamah Agung yang masih mengkaji legalitas kebijakan tarif sebelumnya. Trump menugaskan Jamieson Greer dan Howard Lutnick untuk bernegosiasi dengan negara mitra guna menata impor mineral kritis agar tidak mengancam keamanan nasional AS.
Trump juga mendorong penggunaan price floor (harga minimum) untuk mineral kritis—kebijakan yang lama diusulkan negara Barat—dan menjadi topik pembahasan para menteri keuangan G7 bersama Australia. Jika negosiasi gagal, Gedung Putih membuka opsi penetapan harga minimum impor atau langkah lain.
Langkah ini sejalan dengan temuan kajian keamanan nasional Section 232 yang menyimpulkan AS terlalu bergantung pada pasokan luar negeri, menghadapi volatilitas harga tinggi, serta rantai pasok yang belum aman. Trump menegaskan bahwa menambang di dalam negeri tidak cukup bila proses pengolahan masih bergantung pada negara lain.
Sebagai konteks, China menguasai produksi lebih dari separuh dari 54 mineral kritis versi USGS dan merupakan pemurni utama global—serta belakangan membatasi ekspor di tengah tensi dagang dengan Washington.