Ironi Iklim 2026: China & India Kompak Pangkas Emisi, AS Justru “Bakar” Batu Bara Gila-gilaan

Reuters — 28 Januari 2026 – Sebuah pergeseran bersejarah terjadi dalam peta energi global tahun ini. Dua raksasa konsumen batu bara dunia, China dan India, untuk pertama kalinya dalam 52 tahun terakhir mencatatkan penurunan emisi sektor kelistrikan secara bersamaan. Laporan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) mengungkap bahwa penurunan ini didorong oleh rekor penambahan kapasitas energi bersih yang masif di kedua negara, yang kini sudah cukup untuk menutupi lonjakan permintaan listrik tanpa perlu membakar lebih banyak batu bara. Emisi China turun 40 juta ton (-0,7%), sementara India mencatatkan penurunan lebih tajam sebesar 38 juta ton (-4,1%) hingga November 2025.

Sebaliknya, Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump justru bergerak melawan arus. Penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik di AS melonjak 13,1%, memicu kenaikan emisi sebesar 55,7 juta ton (+3,3%)—laju tercepat abad ini. Namun, berkat efisiensi yang dilakukan China dan India, kenaikan emisi AS tersebut berhasil “dinetralisir”, sehingga emisi global relatif stagnan. Meski demikian, International Energy Agency (IEA) memprediksi tren batu bara di AS pada akhirnya akan turun 6% hingga 2030 karena faktor biaya yang tinggi, terlepas dari insentif kebijakan Trump.

Leave a Comment