klipping berita

Belum Diizinkan Iran, Belasan Tanker LNG Terjebak di Hormuz Perparah Krisis Energi Global

Belum Diizinkan Iran, Belasan Tanker LNG Terjebak di Hormuz Perparah Krisis Energi Global

Bloomberg – 7 April 2026 – Iran masih melarang seluruh kapal tanker pengangkut liquefied natural gas (LNG) untuk melewati Selat Hormuz, yang makin memperburuk kelangkaan pasokan global. Pada hari Senin, dua kapal tanker yang mengangkut LNG Qatar berusaha keluar dari Teluk Persia namun terpaksa berbalik arah dalam hitungan jam setelah pejabat Iran secara tegas menolak memberikan izin melintas.

Blokade yang berlangsung sejak konflik AS-Israel-Iran memanas pada akhir Februari ini telah memutus 20% (seperlima) pasokan LNG dunia. Data pelacakan kapal menunjukkan belasan kapal tanker LNG bermuatan kini terhenti dan menganggur di perairan Teluk. Hanya satu kapal LNG yang berhasil melintasi selat awal bulan ini, dan kapal tersebut dalam kondisi tanpa muatan sama sekali.

Kebuntuan ini sebelumnya telah memaksa Qatar menutup fasilitas ekspor raksasa Ras Laffan. Akibatnya, ekspor LNG global anjlok ke level terendah dalam 6 bulan pada bulan Maret, dengan impor Asia mencatat penurunan tertajam sejak 2022. Defisit pasokan yang tiba-tiba ini mengubah pasar yang awalnya surplus menjadi panik—Taiwan telah menghabiskan ratusan juta dolar untuk mengamankan kargo LNG darurat, sementara Jepang dan Bangladesh terpaksa kembali beralih menggunakan alternatif batu bara yang lebih kotor.

Menariknya, meskipun negara-negara seperti Pakistan, Thailand, India, hingga armada yang terkait dengan Jepang dan Prancis telah berhasil menegosiasikan izin lintas sporadis untuk tanker minyak, kapal LNG bermuatan dan armada Qatar masih dilarang keras oleh Teheran. Menanggapi krisis ini pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa pembukaan kembali selat dan jaminan kebebasan navigasi menjadi “prioritas yang sangat besar” untuk setiap kesepakatan damai.

Author: Mata Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *