
Persetujuan RKAB 2026 Hampir Rampung: Produksi Nikel dan Batu Bara Hanya Distop Jika Ditolak Dua Kali
Bloomberg – 10 April 2026 – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hampir merampungkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, dengan total kuota produksi yang telah disetujui mencapai sekitar 210 juta ton untuk nikel dan 580 juta ton untuk batu bara sejauh ini. Angka ini sejalan dengan target nasional tahun ini yang dipangkas tajam, yakni di kisaran 260 juta ton untuk nikel (turun dari 379 juta ton pada 2025) dan 600 juta ton untuk batu bara (turun dari 790 juta ton pada 2025). Dirjen Minerba Tri Winarno turut mengklarifikasi status operasional perusahaan tambang menyusul berakhirnya masa relaksasi produksi pada 31 Maret 2026. Winarno menegaskan bahwa perusahaan yang baru mendapatkan penolakan RKAB untuk pertama kalinya masih diizinkan secara hukum untuk melanjutkan produksi. Akan tetapi, kegiatan produksi harus dihentikan total jika perusahaan menerima penolakan untuk yang kedua kalinya.
Meskipun aturan relaksasi sebelumnya—yang mengizinkan penambang memproduksi 25% dari target sambil menunggu persetujuan—tidak lagi berlaku, pemerintah tetap membuka ruang untuk penyesuaian strategis. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan pemberian relaksasi kuota produksi yang terukur dan terbatas demi menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan (supply and demand), dengan syarat mutlak bahwa harga komoditas global berada dalam kondisi stabil.


