klipping berita

PT Timah Siap Groundbreaking Proyek Logam Tanah Jarang 20 Mei, Bidik Potensi Pasar US$7,4 Miliar

Bisnis – 14 April 2026 — PT Timah (Persero) Tbk TINS akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk fasilitas riset dan produksi Logam Tanah Jarang (LTJ) pada 20 Mei 2026. Direktur Utama TINS Restu Widiyantoro mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), entitas baru di bawah payung Danantara. Dalam skema ini, TINS akan bertugas memasok Sisa Hasil Pengolahan (SHP) timah yang mengandung LTJ, sementara Perminas akan menjadi offtaker sekaligus pengelola proses hilirisasinya. Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi maksimal dua tahun setelah pembangunan guna mempercepat monetisasi devisa negara.

Pengembangan LTJ—yang sangat krusial untuk kendaraan listrik, pertahanan, dan sering menjadi alat tawar geopolitik global—sempat stagnan selama satu dekade di Indonesia. Namun, Badan Industri Mineral (BIM) yang baru dibentuk Presiden Prabowo pada 2025 memproyeksikan potensi raksasa. Kepala BIM Brian Yuliarto mengestimasikan hilirisasi LTJ Indonesia berpotensi meraup nilai pasar hingga US$7,42 miliar (Rp124,76 triliun) pada 2030. Angka ini mencakup penguasaan 1-5% dari nilai pasar global, ditambah pemanfaatan mineral ikutan berharga lainnya seperti titanium, aluminium, dan silika.

Author: Mata Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *