
Tsingshan Bakal Jadikan Indonesia Produsen Aluminium Terbesar ke-2 di Dunia
1. Pabrik Aluminium senilai $3 Miliar (IWIP)
- Mitra: Tsingshan bekerja sama dengan Mercuria, Trafigura, dan Glencore.
- Fasilitas: Smelter senilai $3 miliar di Weda Bay Industrial Park (IWIP).
- Kapasitas: 800.000 ton per tahun (dibangun dalam dua fase). Target selesai 2027.
- Fokus: Mengamankan off-take global dan diversifikasi investasi.
- Lokasi: Maluku Utara (Weda Bay).
2. JV Xinfa–Tsingshan (IWIP) - Lini Masa: Fase 1 (500rb ton) mulai beroperasi Mei 2026.
- Skala: Total rencana kapasitas 1 juta ton/tahun.
- Lokasi: Maluku Utara (Weda Bay).
3. PT Hua Chin Aluminum (IMIP)
- Mitra: JV Huafon–Tsingshan.
- Status: Beroperasi penuh sejak 2024.
- Kapasitas: Saat ini produksi 500.000 ton/tahun.
- Lokasi: Morowali, Sulawesi Tengah.
Target Strategis
- Total Output: 2,3 juta ton per tahun setelah ramped up.
- Target Akhir Tsingshan: 12,5 juta ton per tahun pada 2030 (Indonesia jadi produsen ke-2 terbesar dunia setelah Tiongkok).
- Tujuan: Tsingshan mereplikasi kesuksesan model integrasi nikel mereka di IWIP dan IMIP untuk menjadikan Indonesia kekuatan aluminium global.
Emiten terkait: CITA, ANTM, ADMR


