
Harga Tembaga Mendekati Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Saat Aktivitas Smelter China Sentuh Rekor
Mining | 20 April, 2026
- Reli Harga: Harga tembaga ditutup pada level tertinggi dalam 10 pekan terakhir, mendekati rekor penutupan tertinggi sebelum perang dengan harga spot di kisaran $6,07/lb, dengan rekor tertinggi berada di US$6,58/lb pada Januari 2026. Di LME, harga resmi tunai tembaga terbaru tercatat US$13.149/ton pada 17 April, dengan kontrak tiga bulan di US$13.210/ton dan stok 400.225 ton.
- Rekor Aktivitas China: Kapasitas peleburan yang tidak aktif secara global turun menjadi 11,7% pada bulan Maret. China memimpin pemulihan ini dengan memangkas kapasitas menganggurnya menjadi hanya 3,9%, mencetak rekor kapasitas aktif tertinggi sebesar 10,73 juta ton.
- Gangguan Global: Kapasitas menganggur di luar China tetap tinggi, khususnya di Asia & Oseania (18,7%) akibat berhentinya operasional Mount Isa di Australia (300.000 tpa) dan dua smelter di Iran (400.000 tpa). Kapasitas tidak aktif di Amerika Utara juga melonjak menjadi 32,3%.
- Lonjakan Asam Sulfat: Harga asam sulfat FOB China meroket 74% sejak Januari menjadi $210 per ton imbas gangguan dari perang Iran.
- TC/RC Anjlok ke Nol: Tingginya harga asam sulfat memungkinkan operator China mengamankan margin jangka pendek, menjatuhkan tarif pengolahan (TC/RC) spot ke level negatif ekstrem di sekitar –$78,50 per ton. Alhasil, kesepakatan acuan Antofagasta 2026 ditutup pada rekor terendah sepanjang masa yakni nol dolar.
- Tekanan Pasokan Berlanjut: Tekanan pada TC/RC diprediksi akan terus berlanjut menyusul akan berakhirnya izin ekspor tambang Batu Hijau Indonesia dan dimulainya pemrosesan domestik di smelter Kamoa-Kakula, RD Kongo.
