
🚀 Danantara Pimpin Megaproyek Hingga $3 Miliar untuk Tingkatkan Konektivitas Global Indonesia 🚀
🇮🇩 Mandat Danantara
- Dorongan Strategis: Lembaga pengelola investasi Indonesia, Danantara, mengarahkan perusahaan telekomunikasi negara seperti Telkom untuk memangkas inefisiensi dan secara agresif mendanai infrastruktur digital masif.
- Target: Mencapai kecepatan internet nasional 100 Mbps pada 2029 & menumbuhkan ekonomi digital hingga Rp 35 triliun pada 2030! 📈
- Investasi: Diperkirakan mencapai hingga $3 miliar untuk gabungan proyek-proyek kabel utama ini 💰
🌊 1. Kabel Pukpuk 1 (Rute Cadangan Timur)
- Jalur: Kabel bawah laut langsung pertama yang menghubungkan Jayapura dengan Papua Nugini 🇵🇬
- Peran Telin: Mengelola stasiun Jayapura, merutekan internet global dari jaringan SEA-US.
- Dampak: Bertindak sebagai rute cadangan penting untuk menjaga wilayah Indonesia timur tetap online jika jaringan domestik terputus 🔌
🏢 2. Kabel Nongsa-Changi (Koridor Batam-Singapura)
- Jalur: Koneksi bawah laut sepanjang 50 km dari Nongsa Digital Park Batam langsung ke Changi, SG 🇸🇬
- Dampak: Dibangun untuk era booming AI & cloud! Menangkap limpahan permintaan pusat data (data center) dari Singapura yang sudah keterbatasan ruang, dengan koneksi ultra-cepat dan latensi rendah ⚡
🌐 3. Jaringan ICE (Hub Transit Global)
- Jalur: Lebih dari 100.000 km serat optik bawah laut untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat data global utama!
- Rute Utama: ICE 1 & 2 menghubungkan SG, Malaysia, Batam, dan kota-kota besar di Indonesia. ICE II menghubungkan SG ke Asia Utara & AS via Manado.
- Dampak: Mendiversifikasi lalu lintas internet global secara aman dengan menghindari perairan Laut China Selatan yang sangat padat lalu lintasnya 🚢


