klipping berita

🚨 KRISIS MATI LAMPU: Gangguan Transmisi atau Kelangkaan Kritis Batu Bara Penyebab Pemadaman Massal? 🚨

  • Pemadaman Massal di Sumatra: Pemadaman listrik parah melanda pulau Sumatra mulai Jumat malam, 22 Mei. Jutaan warga dan tempat usaha gelap gulita, melumpuhkan layanan publik dan lalu lintas di beberapa provinsi termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Jambi.
  • Pemadaman Meluas hingga Jawa: Gangguan tidak hanya terisolasi di Sumatra. Sebelumnya, mati lampu juga melanda kawasan Ancol dan beberapa area metropolitan lainnya di Jakarta. Selain itu, lima kabupaten di Jawa Timur juga mengalami pemadaman listrik tiba-tiba dalam sebulan terakhir.
  • Penjelasan Resmi: Pihak PLN secara resmi menyatakan bahwa rentetan pemadaman ini disebabkan oleh kegagalan sistem transmisi. Untuk kasus Sumatra, mereka menyebutkan adanya gangguan pada jaringan transmisi 275 kilovolt (kV) rute Muara Bungo – Sungai Rumbai (diduga akibat cuaca buruk), yang memutus jaringan Sumatra Utara dan Tengah sehingga menyebabkan banyak pembangkit listrik padam serentak.
  • Dugaan Krisis Batu Bara: Di balik klaim gangguan transmisi dari PLN, muncul kecurigaan yang luas di kalangan pengamat industri dan masyarakat bahwa penyebab sebenarnya adalah kelangkaan pasokan batu bara yang parah untuk PLTU milik PLN.
  • Hambatan Regulasi: Dugaan kelangkaan ini dikaitkan dengan Kementerian ESDM. Pemerintah memotong target produksi batu bara tahun 2026 secara sepihak dan besar-besaran untuk mendongkrak harga batu bara global. Selain itu, pihak ESDM juga dinilai sangat lambat dalam menyetujui RKAB bagi perusahaan-perusahaan tambang.
  • Cadangan Kritis: Akibat keterlambatan persetujuan RKAB dan pemotongan kuota produksi tersebut, perusahaan tambang kesulitan memasok kebutuhan domestik. Imbasnya, sebelum rentetan pemadaman ini terjadi, sebagian besar PLTU PLN dilaporkan beroperasi dalam kondisi kritis, dengan stok batu bara di coal dome mereka yang hanya tersisa untuk 2 hingga 3 hari operasi saja. Hal ini membuat jaringan listrik nasional terus-menerus berada di ambang kelumpuhan.

Author: Mata Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *