klipping berita

💥 Tekan dan Akuisisi: Danantara Mengincar Saham Eramet di Weda Bay Setelah Pemotongan Kuota RKAB yang Drastis 📉

🤝 Negosiasi Tahap Awal: Lembaga pengelola dana abadi (sovereign wealth fund) Indonesia, Danantara, sedang dalam pembicaraan awal untuk mengakuisisi seluruh atau sebagian dari 38,7% saham grup pertambangan Prancis, Eramet, di PT Weda Bay Nickel.

🎯 Waktu yang Strategis: Pembicaraan ini muncul hanya beberapa minggu setelah pemerintah Indonesia membatasi operasi proyek tersebut secara ketat dengan memangkas kuota produksinya, menempatkan operator asing tersebut di bawah tekanan keuangan yang berat.

🛑 Produksi Terhenti: Pada 23 April, Eramet mengumumkan bahwa aktivitas penambangan di Weda Bay akan memasuki masa pemeliharaan dan perawatan (care and maintenance) sementara mulai pertengahan Mei.

📉 Pemotongan Kuota yang Drastis: Penghentian ini dipicu oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memangkas kuota produksi RKAB 2026 proyek tersebut menjadi hanya 12 juta wet metric ton (wmt)—turun 71% dari batas tertingginya.

Kuota Habis: Kuota 9 juta wmt milik Eramet untuk penjualan eksternal telah sepenuhnya habis pada pertengahan April, melumpuhkan lokasi tambang sementara mereka menunggu persetujuan revisi yang diajukan sebesar 42 juta wmt.

💸 Tekanan Finansial pada Eramet: Menghadapi hambatan operasional ini, Eramet telah menangguhkan pembayaran dividennya dan merencanakan penerbitan saham baru (rights issue) senilai €500 juta untuk mempertahankan modal, yang melemahkan posisinya tepat ketika modal negara mulai masuk.

🇮🇩 Pergeseran Kendali Sumber Daya: Langkah ini menandakan fase baru dalam nasionalisme sumber daya Jakarta. Alih-alih hanya mengandalkan kewajiban hilirisasi, negara kini menggunakan tekanan regulasi untuk secara langsung menyerap ekuitas asing dengan harga diskon.

Author: Mata Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *