CNBC— 28 Januari 2026 – Pasar batu bara global masih berjuang mencari pijakan di tengah tren penurunan mingguan. Pada perdagangan Rabu (28/1), kontrak berjangka ICE Newcastle untuk pengiriman Februari 2026 (LQG26) terpantau mencoba rebound tipis +0,46% ke level US$ 109,50 per ton, setelah sebelumnya ditutup di US$ 109,00. Meski ada sedikit penguatan hari ini, tren harga dalam lima hari terakhir masih mencatatkan koreksi sebesar 3,10%. Tekanan jual ini memperpanjang derita pasar yang sebelumnya sempat anjlok 1,35% ke posisi US$ 110 pada awal pekan.
Anomali terjadi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di China (Februari 2026), di mana pasar biasanya menggeliat namun kali ini justru lesu. Pembeli di China bersikap sangat selektif dan hati-hati; meskipun ada sedikit kenaikan harga di tingkat tambang (mine-mouth) akibat gangguan cuaca sesaat, fundamental pasar dinilai belum membaik karena persediaan di pelabuhan masih melimpah. Pelaku pasar China cenderung menahan pembelian besar-besaran dan hanya melakukan restocking minimum, menunggu peluang harga turun lebih dalam. Sentimen negatif juga datang dari Eropa, di mana harga gas—sebagai komoditas substitusi—justru melemah ke €39,88 per MWh, meskipun Uni Eropa baru saja menyetujui undang-undang final pelarangan impor gas Rusia per akhir 2027.