Bencana geologi adalah peristiwa yang disebabkan oleh aktivitas di dalam bumi (endogen) maupun di permukaan bumi (eksogen) yang berkaitan dengan batuan dan tanah.
Berikut adalah bentuk-bentuk utama bencana geologi yang perlu Anda ketahui:
1. Gempa Bumi (Seismic Hazard)
Ini adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba.
- Gempa Tektonik: Disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi atau aktivitas sesar/patahan aktif. Ini adalah jenis yang paling merusak secara luas.
- Gempa Vulkanik: Disebabkan oleh aktivitas magma di dalam gunung api (biasanya menjadi tanda awal erupsi).
- Gempa Runtuhan: Terjadi akibat runtuhnya gua kapur atau lubang tambang.

Peta zonasi sesar aktif (active faults) dan peta percepatan tanah (PGA – Peak Ground Acceleration).
2. Letusan Gunung Api (Volcanic Eruption)
Bahaya gunung api tidak hanya saat meletus, tetapi juga dampak ikutannya. Dalam mitigasi, ini dibagi menjadi:
- Bahaya Primer: Aliran lava, jatuhan abu vulkanik, lontaran batu (pijar), dan awan panas (pyroclastic flow atau sering disebut “wedhus gembel”).
- Bahaya Sekunder: Lahar dingin (banjir material vulkanik saat hujan) yang bisa terjadi berbulan-bulan setelah letusan.
- Gas Beracun: Emisi gas seperti CO2 atau H2S di kawah atau solfatara.

Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) I, II, dan III yang dikeluarkan badan geologi setempat.
3. Gerakan Tanah (Landslide / Mass Movement)
Sering disebut tanah longsor, namun secara geologi istilahnya lebih luas mencakup berbagai jenis pergerakan masa batuan atau tanah menuruni lereng.
- Longsoran (Slides): Pergerakan tanah menuruni bidang gelincir.
- Runtuhan Batu (Rockfall): Batuan yang jatuh bebas dari tebing terjal.
- Aliran Bahan Rombakan (Debris Flow): Tanah yang jenuh air mengalir seperti bubur (sangat cepat dan merusak).
- Rayapan (Creep): Pergerakan tanah yang sangat lambat, biasanya ditandai dengan tiang listrik atau pohon yang miring.

Peta kerentanan gerakan tanah berdasarkan kemiringan lereng (slope) dan curah hujan.
4. Tsunami (Geological Trigger)
Meskipun terjadi di laut, pemicu utamanya seringkali geologis.
- Tsunami Tektonik: Dipicu oleh gempa bumi dangkal di dasar laut dengan mekanisme sesar naik/turun.
- Tsunami Vulkanik: Dipicu oleh runtuhnya tubuh gunung api ke laut (seperti kasus Anak Krakatau 2018).
- Longsoran Bawah Laut: Tebing bawah laut yang runtuh memicu gelombang besar.
Peta ketinggian genangan (inundation map) dan jalur evakuasi vertikal.
5. Fenomena Ikutan (Collateral Hazards)
Ini adalah bencana geologi spesifik yang sering terjadi akibat dampak bencana lain:
- Likuefaksi (Liquefaction): Tanah yang padat berubah menjadi cair akibat guncangan gempa kuat, membuat bangunan amblas atau hanyut (seperti kasus Palu 2018).
- Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence): Penurunan permukaan tanah secara bertahap, sering terjadi di kota pesisir akibat pengambilan air tanah berlebih atau beban bangunan (seperti Jakarta dan Semarang).
- Amblesan (Sinkhole): Runtuhnya permukaan tanah secara tiba-tiba ke dalam lubang di bawah tanah, umum di daerah batuan kapur (karst).
Struktur Data untuk Geolocana.com
| Kategori Utama | Sub-Kategori (Tags) | Data Kunci untuk Peta |
| Seismik | Gempa Tektonik, Likuefaksi | Magnitudo, Kedalaman, Jarak dari Sesar |
| Vulkanologi | Erupsi, Lahar, Awan Panas | Status Level (I-IV), Radius Bahaya |
| Gerakan Tanah | Longsor, Rockfall, Amblesan | Kemiringan Lereng, Jenis Tanah |
| Hidro-Geologi | Tsunami, Banjir Bandang | Ketinggian Run-up, Jarak dari Pantai |