Berita dan Event

Harga Terlalu Rendah, Produsen Ogah Suplai PLN Picu Ancaman ‘Blackout’

Bawahtanah | 18 Juni 2026

  • Penyebab Pemadaman Massal: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membongkar penyebab pemadaman listrik massal di sejumlah daerah usai rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI pada 15 Juni 2026. Ia mengakui adanya keengganan pengusaha untuk memenuhi kebutuhan batu bara kalori medium PLN karena harga wajib domestik dinilai terlalu murah.
  • Kesenjangan Harga: Aturan pemerintah mewajibkan produsen menjual batu bara ke PLN dengan harga patokan DMO US$70 per ton. Namun, harga komersial di pasar sangat jauh lebih tinggi, di mana batu bara kalori medium mencapai US$84,53 per ton, dan kalori tinggi menembus US$121,83 per ton.
  • Defisit Pasokan: Dengan selisih lebih dari US$14 per ton untuk kelas medium, penambang lebih memilih mengalihkan produksinya ke pasar ekspor atau industri non-PLN demi menutup biaya produksi. Akibatnya, dari total kebutuhan 154 juta metrik ton batu bara per tahun untuk menjaga listrik nasional, baru 134 juta ton yang resmi dikontrak, menyisakan kekurangan pasokan 20 juta ton.
  • Respons Pemerintah & Pengamat: Bahlil menyebut tidak adanya margin keuntungan bagi pengusaha menjadi masalah utama, sehingga pemerintah membentuk tim pengadaan yang melibatkan PLN, Dirjen Minerba, dan BPKP. Pengamat pertambangan Ardhi Ishak memperingatkan bahwa pemasok DMO tertekan karena harga tertahan di $70 sejak 2018, sementara harga solar industri sudah naik lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya sekitar Rp11.000. Di sisi lain, Anggota Komisi XII DPR Ramson Siagian mendesak langkah preventif cepat agar wilayah Jawa sebagai pusat ekonomi nasional tidak mengalami nasib pemadaman serupa seperti di Sumatra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *