BRICS Genjot Cadangan Emas 102%, Barat Tertinggal Jauh — De-Dollarization Makin Nyata

Mining — 11 Desember 2025 — Peta kekuatan finansial global mengalami pergeseran tektonik seiring percepatan realigment geopolitik. Negara-negara yang tergabung dalam blok BRICS secara agresif memperluas posisi emas mereka sebagai bagian dari strategi besar melepaskan diri dari ketergantungan terhadap Dolar AS (de-dollarization).

Data terbaru menunjukkan bahwa sejak tahun 2020, pangsa emas dalam total cadangan devisa negara-negara BRICS telah melonjak drastis sebesar 102%. Lonjakan ini didorong oleh aksi borong bank sentral serta kenaikan harga logam mulia. Secara agregat, porsi emas dalam cadangan BRICS meningkat dari 6,4% pada Q3-2020 menjadi 12,9% pada Q3-2025.

Rincian akumulasi ini terlihat signifikan pada negara-negara kunci:

  • Rusia: Porsi kepemilikan emas melesat dari 23,89% menjadi 40,64%.
  • India: Meningkat lebih dari dua kali lipat dari 7,38% menjadi 15,17%.
  • China: Naik dari 3,60% menjadi 7,68% dengan penambahan tonase dari 1.948 ton menjadi 2.304 ton.

Kontras tajam terlihat di negara-negara Barat. Kelompok ini hanya mencatatkan kenaikan nilai cadangan emas sebesar 12%, yang hampir seluruhnya disebabkan oleh apresiasi harga pasar, bukan penambahan fisik baru. Sebagai contoh, tonase emas Amerika Serikat stagnan di angka 8.133 ton, dan Jerman justru sedikit menurun dari 3.362 ton menjadi 3.350 ton. Divergensi yang semakin lebar ini menegaskan momentum dedolarisasi sebagai katalis struktural utama bagi permintaan emas global di masa depan.

Leave a Comment