RENCANA KERJA EKSPLORASI

RENCANA KERJA EKPLORASI Tahap eksplorasi yang dilakukan dalam tahap ini meliputi pemetaan geologi, topografi, pembuatan sumur uji dan parit uji, pemboran, pengambilan sampel batubara, analisis laboratorium, pengolahan data dan penyusunan laporan. Pada tahap ini dimulai dengan melakukan studi pendahuluan yaitu persiapan lapangan sebelum menuju tempat yang diselidiki. Studi pendahuluan ini merupakan tahap pengumpulan data-data mengenai … Read more

TAHAPAN EKSPLORASI

Tahap 1: Perencanaan dan Persiapan (Durasi: 1-3 Bulan) Tahap 2: Survei Tinjau / Reconnaissance (Durasi: 2-4 Bulan) Tahap 3: Prospeksi (Durasi: 3-6 Bulan) Tahap 4: Eksplorasi Rinci (Durasi: 6-18+ Bulan, tergantung skala dan kompleksitas) Tahap 5: Evaluasi Sumber Daya dan Pelaporan (Durasi: 3-6 Bulan) Aspek Penting Lainnya:

GEOLOGI BATUBARA INDONESIA

Cekungan Batubara Indonesia Barat Lempeng India Australia bergerak ke utara menumbuk Lempeng Eurasia Terbentuk Cekungan Tersier: Paleogen             : Intramontana Basin, Continental Margin Neogen                                : Foreland/Backdeep, Interdeep, Delta Cekungan yang penting untuk batubara: Laeogen Intercontinental Basin Neogen Foreland Basin?Backdeep Neogen Delta Basin Batubara Paleogen terendapkan sebelum Transgresi dan Batubara Neogen terendapkan sesudah Regresi Intramontana dan … Read more

Terbentuknya Batubara

Asal-usul Peat (Gambut) Batubara berasal dari peat (gambut) deposit di suatu rawa, yang dipengaruhi beberapa faktor, yakni: Evolusi perkembangan flora Iklim Geografi dan struktur daerah Evolusi Perkembangan Flora Perkembangan dan evolusi flora akan berpengaruh pada keragaman jenis dan tipe batubara yang dihasilkan. Batubara tertua yang berumur Hurorian Tengah dari Michigan berasal dari alga dan fungi. … Read more

CEKUNGAN DI INDONESIA TIMUR

1.      Cekungan di Perisai Sahul Cekungan di Perisai Sahul (di atas Kerak Benua Australia). Stratigrafi Cekungan ini ditandai adanya Ketidakselarasan antara Cekungan Pre-Rift(Paleozoikum), Syn-Rift (Jura Awal), Passive margin (Jura Akhir-Kapur Akhir) dan Continent-arc Collision related  Fore-land Basins dan Strike-Slip related Basins. 2.      Bagian utama Irian Jaya Merupakan Pinggiran Benua Australia yang sejak Trias bergerak ke … Read more

POTENSI BATU BARA DI RIAU

Kabupaten Bengkalis Lokasi: Kecamatan Rupat Kabupaten Indragiri Hulu Lokasi: Kecamatan Peranap dan Batang Peranap, Kelayang dan Batang Gansal Cadangan: 726.000.000 m3. Produksi batubara yang dihasilkan oleh PT. Riau Bara Harum sebesar 1.243.268 ton dan PT. Riau Muara Berlian sebesar 311.433 ton. Kuantan SIngingi Jumlah Produksi Batubara yang dihasilkan oleh PT. Manunggal Inti Artamas sebesar 167.592,11 … Read more

Sumber Daya dan Cadangan

Sumber daya batubara (Coal Resources) adalah bagian dari endapan batubara yang diharapkan dapat dimanfaatkan. Sumber daya batu bara ini dibagi dalam kelas-kelas sumber daya berdasarkan tingkat keyakinan geologi yang ditentukan secara kualitatif oleh kondisi geologi/tingkat kompleksitas dan secara kuantitatif oleh jarak titik informasi. Sumberdaya ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila setelah dilakukan kajian kelayakan dinyatakan … Read more

CEKUNGAN MIKROBENUA DI INDONESIA TENGAH

Cekungan di Indonesia Tengah berhubungan dengan Fragmen Benua yang disebut dengan Micro Continent  yang berinteraksi dengan kerak Samudra sekelilingnya sepanjang sesar geser. Tumbukan yang mengakibatkan sesar sungkup dan imbrikasi serta terjadinya subduksi dan obduksi yang komplek, sehingga melibatkan ophiolite. SULAWESI ยท         Cekungan Sulawesi Selatan (Kalosi Block) Cekungan berada di atas kerak Benua Asia, Fragmen Sulawesi … Read more