China Temukan Mineral Baru “Jinxiuite”, Kandungan Nikel-Kobalt 80 Kali Lipat Standar Biasa

GlobalTimes — 19 Desember 2025 — Peneliti dari Chinese Academy of Geological Sciences resmi mengumumkan penemuan spesies mineral baru yang diberi nama Jinxiuite (sulfida nikel-bismut-antimon-arsenik) di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China Selatan. Penemuan ini telah disetujui secara resmi dan dinilai sebagai terobosan signifikan karena ditemukan pada deposit nikel-kobalt yang memiliki kadar kekayaan mineral luar biasa.

Deposit tempat ditemukannya Jinxiuite memiliki kandungan nikel sekitar 17,5% dan kobalt 1,5%. Angka ini tercatat hampir 80 kali lebih tinggi dibandingkan standar mineralisasi konvensional, yang biasanya hanya mematok kadar 0,2% untuk nikel dan 0,02% untuk kobalt.

Para ahli menyoroti pentingnya temuan ini mengingat kobalt adalah sumber daya kritis yang langka, di mana China selama ini sangat bergantung pada impor. Yan Jiayong, direktur penelitian di akademi tersebut, menyebut Jinxiuite sebagai “cetak biru desain” dari alam yang struktur atom uniknya dapat menginspirasi ilmuwan material untuk mensintesis material energi baru yang lebih efisien dan murah di laboratorium.

Leave a Comment