Saat berkunjung ke Bali, keindahan alam Kintamani memang tidak pernah gagal memanjakan mata. Namun, tahukah Anda bahwa di balik megahnya panorama Gunung Batur, terdapat sebuah pusat informasi ilmu pengetahuan bumi yang diakui dunia? Ya, tempat tersebut adalah Museum Geopark Batur.
Terletak di kawasan strategis sebelah selatan Gunung Batur, tepatnya di Jl. Raya Penelokan, Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, museum ini hadir sebagai destinasi wisata edukasi unggulan yang merangkum segala pesona keanekaragaman kawasan Batur.
Menyelami Tiga Pilar Utama Taman Bumi (Geopark)
Museum Geopark Batur dirancang dengan konsep taman bumi (geopark) yang sangat komprehensif. Saat menyusuri ruang pameran, pengunjung akan disuguhkan informasi mendalam yang berpijak pada tiga pilar utama:
-
Keanekaragaman Geologi (Geodiversity): Menampilkan keragaman formasi batuan, terutama ragam batuan hasil produk letusan Gunung Batur yang bersejarah.
-
Keanekaragaman Hayati (Biodiversity): Menggambarkan kekayaan flora dan fauna endemik yang hidup berdampingan di bentang alam Batur.
-
Keanekaragaman Budaya (Cultural Diversity): Menceritakan jejak luhur peradaban dan kebudayaan masyarakat lokal yang tak lepas dari pengaruh kondisi geologis sekitarnya.
Jejak Sejarah: Berawal dari Museum Gunungapi Batur
Sebelum menjadi semegah sekarang, perjalanan museum ini memiliki sejarah panjang. Pada awalnya, fasilitas edukasi ini bernama Museum Gunungapi Batur. Pembangunannya merupakan wujud sinergi antara Bappeda Kabupaten Bangli dengan jajaran di bawah Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Berikut adalah rekam jejak pembangunan awalnya:
-
10 Februari 2004: Penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta antara Dirjen Geologi Sumber Daya Mineral, Gubernur Bali, Bupati Bangli, dan Dirjen Perlindungan Hutan Departemen Kehutanan terkait pemanfaatan lahan Taman Wisata Alam Penelokan seluas 1,09 hektare.
-
26 Maret 2004: Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya proses pembangunan fisik.
-
10 Mei 2007: Museum Gunungapi Batur resmi diresmikan oleh Menteri ESDM.
-
22 Desember 2011: Melalui perjanjian kerja sama baru, penyelenggaraan operasional hingga pengembangan museum diserahkan sepenuhnya kepada Pusat cq. UPT Museum Geologi, Badan Geologi KESDM.
Mendunia Bersama Jaringan UNESCO Global Geoparks
Momen titik balik yang melatarbelakangi transformasi museum ini terjadi pada September 2012, ketika kawasan Kaldera Batur resmi diterima sebagai anggota jejaring geopark global UNESCO (kini UNESCO Global Geoparks atau UGG).
Menyikapi pengakuan dunia internasional tersebut, pemerintah segera mengembangkan Museum Gunungapi Batur menjadi Museum Geopark Batur. Proses penyempurnaan ini berjalan secara bertahap melalui berbagai fase:
-
Juni – Agustus 2013: Tahap perencanaan pengembangan museum.
-
Agustus – Desember 2013: Pembangunan fisik tahap awal.
-
Maret – Mei 2014: Perencanaan tata letak interior dan sistem pameran modern.
-
Juni – Desember 2014: Eksekusi pembangunan fisik interior.
Setelah seluruh proses revitalisasi selesai, eksistensi Museum Gunungapi Batur secara resmi dilebur ke dalam wujud baru Museum Geopark Batur. Kini, bagi Anda yang ingin mempelajari aspek kebencanaan, mitigasi, serta manfaat dari keberadaan Gunung Batur, informasi tersebut telah dirangkum menjadi peragaan utama keragaman geologi kegunungapian di museum ini.
Jika Anda adalah pencinta wisata bumi yang ingin memadukan kegiatan rekreasi dengan wawasan ilmu pengetahuan, pastikan Museum Geopark Batur masuk ke dalam daftar kunjungan Anda di Bali!
Sumber rujukan materi: esdm.go.id



