Ekspor Batu Bara RI Awal 2026 Tertekan: RKAB, Logistik, DMO & Permintaan Global

SXCoal/Kontan — 19 Januari 2026 — Ekspor batu bara Indonesia mengawali 2026 dengan tekanan nyata akibat kombinasi hambatan regulasi dan logistik. Data pelacakan pengapalan menunjukkan volume ekspor Januari diperkirakan turun tajam dari bulan sebelumnya, mencerminkan terbatasnya ketersediaan batu bara di tingkat tambang.

Keterlambatan persetujuan RKAB 2026 menjadi faktor utama yang menahan produksi, meskipun pemerintah memberi relaksasi sementara berupa izin produksi hingga 25% dari rencana tahunan sampai akhir Maret. Namun, kebijakan ini belum sepenuhnya memulihkan pasokan, terutama bagi penambang kecil yang memilih menunggu kepastian izin penuh.

Di Sumatra Selatan, larangan angkutan batu bara di jalan umum sejak awal tahun turut mempersempit distribusi, sementara pelonggaran jalur sungai belum mampu mengatasi kendala logistik secara menyeluruh. Ketidakpastian tarif bea keluar juga mendorong sebagian produsen bersikap lebih hati-hati dalam melepas ekspor.

Meski pasokan Indonesia mengetat, respons pasar global masih terbatas. Permintaan dari China dan India belum menunjukkan pemulihan signifikan, seiring stok pembangkit yang relatif aman dan tren penurunan pembangkitan listrik berbasis batu bara di kedua negara.

Ke depan, prospek ekspor diperkirakan tetap moderat sejalan dengan sinyal pengetatan produksi nasional pada 2026 dan prioritas pemenuhan pasar domestik. Kombinasi faktor tersebut membuat ruang penguatan harga dan volume ekspor batu bara Indonesia pada awal tahun ini cenderung terbatas.

Leave a Comment