Reuters/Bloomberg — 13 Januari 2026 — Sentimen pasar terbelah hari ini. Sementara Emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High) akibat ketegangan politik AS, logam mulia lainnya justru mengalami tekanan jual atau aksi ambil untung (profit taking) setelah reli kencang kemarin.🚀 EMAS: "King of Safe Haven"
- Global: Harga spot sempat menyentuh rekor US$ 4.629 per troy ons (+2%) sebelum terkoreksi sedikit ke level US$ 4.593. Pemicu utamanya adalah investigasi kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell oleh administrasi Trump.
- Antam: Mengikuti lonjakan global, harga Antam hari ini melesat Rp 21.000 mencetak rekor baru di Rp 2.652.000 per gram (Buyback: Rp 2.503.000).
📉 LOGAM LAINNYA: Koreksi & Profit Taking
Berbeda dengan emas, logam mulia lain yang memiliki fungsi industri mengalami koreksi teknikal hari ini:
- Perak (Silver): Turun tipis 0,1% ke level US$ 84,86 per ons, setelah kemarin sempat menyentuh rekor tertingginya di US$ 86,22. Meski turun, Citi Group baru saja menaikkan target harga perak menjadi US$ 100/oz dalam 3 bulan ke depan.
- Platinum: Terkoreksi cukup dalam 1,9% menjadi US$ 2.299,20 per ons, menjauh dari rekor puncaknya di US$ 2.478 yang dicapai akhir Desember.
- Paladium: Mengalami penurunan terbesar, anjlok 2,6% ke level US$ 1.793,00 per ons.
Pasar sedang melakukan rebalancing. Investor memburu Emas murni sebagai lindung nilai (hedging) terhadap risiko institusional (The Fed vs Trump), sementara logam yang lebih sensitif terhadap industri (Platinum/Paladium) dilepas sementara untuk merealisasikan keuntungan (cashing out) di tengah ketidakpastian ekonomi.