Emas “Menggila” Tembus US$ 5.600, Antam Terbang ke Rp 3,16 Juta/Gram

Reuters — 29 Januari 2026 – Pasar logam mulia dunia mengalami “panic buying” yang luar biasa hari ini, mendorong harga emas global mendekati level psikologis US$ 5.600 per troy ons. Di pasar spot, emas melonjak 2,7% ke US$ 5.546,29 setelah sempat menyentuh rekor intraday US$ 5.594,82, mencatatkan rekor tertinggi selama sembilan sesi berturut-turut. Kenaikan lebih dramatis terjadi pada perak (silver) yang terbang menembus level US$ 120 per ons (+1,4%) akibat kelangkaan pasokan dan aksi borong momentum. Logam grup platinum juga menguat, dengan Platinum naik 2,8% ke US$ 2.770,49 dan Palladium naik 1,6% ke US$ 2.107,37 per ons.

Ledakan harga ini dipicu oleh kombinasi ketegangan geopolitik pasca ancaman Presiden Trump terhadap Iran terkait kesepakatan nuklir, serta kekhawatiran investor terhadap independensi The Fed di tengah investigasi kriminal terhadap Jerome Powell. Pasar kini berspekulasi bahwa pengganti Powell di bulan Mei mendatang akan berhaluan lebih dovish (pro-bunga rendah), yang menjadi sentimen positif kuat bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Dampak global ini langsung mengerek harga emas domestik secara signifikan. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini melesat Rp 165.000 dalam sehari menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah di Rp 3.168.000 per gram. Harga buyback (beli kembali) juga ikut melonjak Rp 135.000 menjadi Rp 2.989.000 per gram, memberikan keuntungan instan bagi pemegang emas fisik.

Leave a Comment