Emas Tertekan Dolar Kuat, Antam Naik — Pasar Tunggu Data Pekerjaan AS

Bloomberg/Reuters – 20 November 2025 — Pasar emas global bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada Kamis (20/11), tertekan penguatan Dolar AS dan meredupnya harapan pemangkasan suku bunga The Fed. Namun, pasar domestik justru bergairah dengan Emas Antam (ANTM) yang mencatatkan kenaikan signifikan.

  • 📉 Global (Spot): Turun 0,4% ke US$ 4.066,32/ons (09:20 GMT), menanti rilis data tenaga kerja AS yang tertunda. Probabilitas Fed Cut Desember anjlok ke 34%.
  • 📈 Domestik (Antam): Justru naik Rp 21.000 menjadi Rp 2.364.000/gram (Kamis, 20/11), mengikuti penutupan positif pasar global hari Rabu ($4.089). Kenaikan ini didorong aksi bargain hunting setelah harga dianggap “murah”.

Terkait rencana pemerintah mengenakan Bea Keluar (BK) Emas hingga 15% mulai 2026, Manajemen ANTM menegaskan kebijakan ini tidak berdampak signifikan karena ANTM tidak melakukan ekspor emas batangan. Sekretaris Perusahaan ANTM, Wisnu Danandi Haryanto, justru melihat peluang memperkuat stok. ANTM siap menyerap emas produksi dalam negeri yang terkena BK jika diekspor, untuk mengurangi ketergantungan impor (saat ini ANTM impor ~30 ton/tahun).

Selain emas, pergerakan harga logam mulia lainnya tercatat sebagai berikut:
Perak: turun 1% ke US$50,87/oz
Platinum: naik 0,4% ke US$1.551,69/oz
Palladium: naik 1,8% ke US$1.404,76/oz

Ikuti saluran Indomine

Leave a Comment