Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menaungi setidaknya 24 geosite yang memiliki nilai edukasi dan wisata yang sangat tinggi, mulai dari tingkat lokal hingga internasional. Kekayaan ini didominasi oleh fenomena hidrologis berupa air terjun (curug) yang terbentuk akibat perbedaan elevasi yang tajam antara Dataran Tinggi Jampang dan lembah amfiteater.
Karakteristik Air Terjun Unggulan
Rangkaian air terjun di Ciletuh bukan sekadar objek wisata, melainkan indikator proses erosi dan patahan tektonik yang masih berlangsung.
- Curug Awang: Dikenal sebagai “Niagara dari Ciletuh,” air terjun ini memiliki lebar sekitar 60 meter dan tinggi 40 meter. Aliran airnya yang jatuh dari tebing batu sedimen yang lebar memberikan visualisasi dramatis tentang kekuatan arus Sungai Ciletuh.
- Curug Sodong: Menampilkan fenomena “air terjun kembar” di mana dua aliran air jatuh secara simetris. Keunikannya terletak pada adanya ceruk atau gua di balik aliran air (sodong) yang memberikan nama pada tempat ini.
- Curug Cikanteh: Terletak di atas Curug Sodong, air terjun ini memiliki struktur bertingkat yang megah dan dianggap sebagai salah satu yang paling mengesankan di seluruh kawasan.
- Curug Cimarinjung: Air terjun ini menawarkan pemandangan tebing purba berwarna cokelat kemerahan yang sangat ikonik, terletak sangat dekat dengan pesisir pantai Teluk Ciletuh.
- Curug Puncak Manik: Merupakan air terjun dengan ketinggian mencapai 100 meter, sering kali menampilkan pelangi di dasar alirannya saat sinar matahari tepat menyinari uap airnya.
Puncak-puncak Pandang dan Morfologi Pantai
Selain air terjun, titik-titik pandang di ketinggian memberikan perspektif lanskap yang utuh bagi pengunjung untuk memahami struktur amfiteater.
- Puncak Darma: Terletak pada ketinggian 340 meter di atas permukaan laut, ini adalah titik tertinggi untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dengan latar belakang Teluk Ciletuh yang berbentuk tapal kuda.
- Bukit Panenjoan: Lokasi strategis yang menyajikan panorama sawah bertingkat, hutan, dan garis pantai secara simultan, memberikan gambaran visual mengapa kawasan ini layak menyandang status UNESCO Global Geopark.
- Pantai Palangpang: Menjadi gerbang masuk wisata bahari dan area pendaratan bagi olahraga paralayang, pantai ini memiliki garis pantai yang luas dengan pasir halus.