NikelID — 19 Januari 2026 — Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung transformasi ekonomi di Indonesia Timur. Dengan total komitmen investasi yang kini telah menembus angka fantastis Rp 500 triliun, kawasan industri terpadu ini mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi sekitar 20% per tahun, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional. Skala ekonomi yang masif ini didorong oleh integrasi fasilitas pengolahan nikel, smelter, hingga industri baterai yang lengkap.
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, saat meninjau lokasi pekan lalu, menekankan pentingnya layanan keimigrasian yang adaptif dan profesional untuk mengimbangi arus investasi dan tenaga kerja di kawasan ini. Direktur IWIP, Scott Ye, menyambut positif sinergi lintas instansi (Imigrasi, Bea Cukai, TNI/Polri) ini sebagai jaminan kepastian hukum bagi investor. Agresivitas pengembangan IWIP ini sejalan dengan “cetak biru” hilirisasi nasional yang dikawal oleh BPI Danantara, yang telah menyiapkan 18 proyek prioritas senilai total US$ 38,63 miliar (sekitar Rp 618 triliun) sesuai instruksi percepatan dari Presiden Prabowo Subianto.
Emiten di Lingkaran Weda Bay Besarnya perputaran uang di ekosistem IWIP menjadi katalis positif bagi sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia:
- Smelter & Aset:
HRUM(via Infei & Westrong Metal) danUNTR(via Nickel Industries) memiliki kepemilikan langsung pada fasilitas produksi di kawasan ini. - Kontraktor & Logistik:
HILLmemegang kontrak strategis sebagai kontraktor tambang, sementaraANTM(sumber daya) danTPMA/PSSI(logistik laut) diuntungkan dari rantai pasok yang masif.