Bloomberg — 15 Januari 2026 — Emiten tambang logam dasar, PT Kapuas Prima Coal Tbk ZINC, membawa kabar mengejutkan bagi pasar dengan laporan penemuan indikasi mineralisasi emas (Au) di wilayah konsesinya di Desa Bintang Mengalih, Kalimantan Tengah. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, merespons positif temuan ini dan menegaskan bahwa fenomena tersebut adalah hal yang normal secara geologis. Tri menjelaskan bahwa pembentukan mineral emas seringkali terjadi bersamaan (asosiasi) dengan perak (Ag), timbal (Pb), dan seng (Zn)—yang notabene merupakan komoditas produksi utama ZINC saat ini. ESDM meminta agar temuan ini segera divalidasi dan dituangkan dalam studi kelayakan (Feasibility Study/FS) jika terbukti memiliki nilai ekonomis.
Manajemen ZINC merinci bahwa indikasi emas tersebut ditemukan secara spesifik di prospek Gojo yang berada dalam izin usaha pertambangan (IUP) seluas 5.569 hektar. Direktur ZINC, Hendra Susanto William, menyatakan bahwa perusahaan telah menghabiskan biaya eksplorasi sebesar Rp 421 juta untuk pemetaan detail dan test pit, dan ke depannya area Gojo akan menjadi fokus utama tindak lanjut eksplorasi perseroan. Temuan ini berpotensi menjadi katalis baru bagi ZINC yang selama ini fokus pada Galena dan konsentrat timbal/seng sejak beroperasi komersial pada 2010.