Logam Mulia Koreksi Usai Rekor: Silver Jatuh dari US$80, Emas Turun Tipis, Profit Taking Menguat

Bloomberg/Reuters — 29 Desember 2025 — Reli harga logam mulia mengalami koreksi signifikan pada awal pekan ini setelah investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) massal. Di pasar domestik, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin (29/12) turun Rp9.000 menjadi Rp2.596.000 per gram, lengser dari takhta rekor tertingginya yang sempat menembus level Rp2,6 juta pada akhir pekan lalu.

Koreksi lebih tajam terjadi di pasar global. Harga perak (silver) spot anjlok 4,6% ke level US$75,47 per ons, setelah sempat mencetak rekor intraday di US$83,62 pada sesi yang sama. Sementara itu, emas spot terkoreksi 1,7% ke posisi US$4.455,34 per troy ons, menjauh dari rekor All-Time High (ATH) di US$4.549,71 yang tercipta Jumat lalu. Logam lainnya turut tertekan; Platinum jatuh 6,2 dan Palladium terjun bebas 11,4%.

Analis pasar menilai penurunan ini dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan damai dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy “semakin dekat” menuju kesepakatan, yang seketika mendinginkan permintaan aset safe-haven. Meski demikian, kinerja tahunan logam mulia tetap fenomenal:

  • Perak: Melonjak 181% secara year-to-date (YTD), didorong statusnya sebagai mineral kritis AS dan krisis pasokan.
  • Emas: Meroket 72% YTD, mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979.

Tim Waterer, Kepala Analis Pasar KCM Trade, tetap optimis terhadap prospek jangka panjang. Ia memprediksi emas dapat mencapai target US$5.000 per ons tahun depan, sementara perak berpotensi melaju ke level US$100 per ons pada 2026 jika The Fed melanjutkan pemangkasan suku bunga dan permintaan industri tetap kuat.

Leave a Comment