
Mengungkap Tabir Batuan Igir Karem: Hidden Gem Penuh Misteri di Tengah Hutan Pinus Purbalingga
Hai, para penjelajah! Jika Anda menyukai destinasi wisata yang menawarkan perpaduan antara keindahan alam, rimbunnya hutan, dan misteri sejarah yang belum terpecahkan, bersiaplah untuk memasukkan Purbalingga ke dalam bucket list Anda.
Di ketinggian 791 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya tersembunyi di balik kabut dan rimbunnya hutan pinus Desa Karangjambu, terdapat sebuah temuan menakjubkan yang sedang hangat diperbincangkan: Batuan Igir Karem. Apakah ini sekadar fenomena alam purba yang unik, atau kepingan jejak peradaban kuno Nusantara yang sempat hilang? Mari kita telusuri!
Lebih dari Sekadar Batu Biasa
Awalnya, batuan ini dianggap sebagai bongkahan batu alam biasa. Suwono, seorang pegiat alam setempat, menceritakan bahwa sejak kecil ia sering melewati bebatuan ini saat menemani ayahnya menyadap getah pinus. Batu-batu itu sering dijadikan tempat bersandar saat lelah.
Namun, ketika diperhatikan lebih saksama, bentuk batuan ini ternyata sangat tidak lazim. Alih-alih berbentuk acak atau “plontos” seperti batu sungai, Batuan Igir Karem memiliki bentuk yang berbidang, bersudut, simetris, dan tampak berundak—sangat mirip dengan susunan batu candi atau fondasi bangunan kerajaan masa lampau!
Berawal dari rasa penasaran, Suwono bersama rekannya, Arif Hidayat, meminta izin kepada pihak Perhutani untuk membersihkan area tersebut dari semak belukar. Hasilnya mengejutkan! Ditemukan lebih banyak lagi formasi batuan serupa yang membentang hingga belasan meter, yang diyakini baru sebagian kecil dari struktur aslinya.
Mitos, Penjaga Spiritual, dan Lahirnya ‘Naga Wiwitan’
Bagi Anda yang menyukai wisata dengan sentuhan folklore atau cerita rakyat, Igir Karem memiliki daya tarik spiritual yang kuat. Warga setempat percaya bahwa situs ini dijaga oleh sosok astral bernama Mbah Gading Jaya, yang konon kerap menampakkan diri sebagai pria tua atau seekor ular dengan wujud tak biasa.
Juru kunci kawasan tersebut, Mbah Wono (ayah dari Suwono), menuturkan bahwa sosok penjaga ini tidak mengganggu selama pengunjung memiliki niat baik. Untuk menjaga tata krama dan kelestarian situs ini, warga lokal pun membentuk komunitas peduli pelestarian yang diberi nama Komunitas Naga Wiwitan.
Secara spiritual dan cerita turun-temurun, warga meyakini bahwa tumpukan batu yang terlihat saat ini hanyalah bagian luar atau pagar keliling dari sebuah struktur bangunan yang jauh lebih masif di bawah tanah.
Menuju Destinasi Wisata Edukasi Sejarah
Meski sempat didokumentasikan pada tahun 2017, situs ini baru benar-benar viral pada akhir tahun 2025. Antusiasme publik yang tinggi membuat pemerintah kecamatan setempat bergerak cepat.
Camat Karangjambu, Puji Muhlisun, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan tim ahli arkeologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk melakukan penelitian ilmiah. Harapannya, jika terbukti sebagai peninggalan sejarah, Igir Karem akan dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi dan budaya andalan Purbalingga.
Tips Berkunjung ke Batuan Igir Karem
Bagi Anda yang sudah tidak sabar ingin melihat langsung keajaiban Batuan Igir Karem, area ini sudah terbuka untuk umum. Namun, pastikan Anda mematuhi aturan berikut:
Jangan Datang Sendirian: Medan menuju lokasi cukup terjal, licin, dan membelah hutan pinus. Pemerintah setempat mengimbau pengunjung untuk datang minimal berdua demi keselamatan.
Gunakan Alas Kaki yang Tepat: Kenakan sepatu trekking atau sandal gunung yang memiliki cengkeraman baik.
Jaga Sikap & Etika: Hargai kepercayaan warga lokal. Ucapkan permisi (izin) di dalam hati saat memasuki kawasan.
Leave No Trace: Dilarang keras merusak struktur batu, melakukan vandalisme, atau membawa pulang batu jenis apa pun dari lokasi. Bawa kembali sampah Anda!
Saat ini, Batuan Igir Karem masih menjadi teka-teki yang menanti untuk dipecahkan. Sebuah harmoni sempurna antara pesona alam, mitos lokal, dan rahasia sejarah purba.
