Misteri Amfiteater Purba: Menyingkap Rahasia Ciletuh Melalui “Mata” Geolocana

​Pernahkah Anda berdiri di sebuah tempat dan merasa sedang melihat “dasar dunia”? Di Geopark Ciletuh, Sukabumi, perasaan itu bukan sekadar imajinasi. Di sini, bumi seolah membuka dirinya untuk memperlihatkan apa yang ia sembunyikan selama puluhan juta tahun.

​Melalui filosofi nama GeolocanaGeo (Bumi) dan Locana (Mata)—mari kita memandang Ciletuh bukan hanya sebagai deretan air terjun indah, melainkan sebagai naskah sejarah yang tertulis di atas batu.

​1. Sisi “Geo”: Ketika Samudra Naik ke Daratan

​Secara geologis, Ciletuh adalah sebuah anomali yang luar biasa. Para ahli menyebutnya sebagai Amfiteater Alam. Mengapa? Karena bentuknya yang menyerupai tapal kuda raksasa yang menghadap ke laut.

​Namun, rahasia sebenarnya ada pada jenis batuannya. Di sini, Anda bisa menemukan Batuan Melange. Ini adalah “batuan campur aduk” yang seharusnya berada di dasar samudra sedalam ribuan meter, namun karena proses tektonik yang dahsyat sekitar 60 juta tahun yang lalu, batuan ini terangkat ke permukaan. Saat Anda menyentuh batu di Ciletuh, Anda sebenarnya sedang menyentuh saksi bisu pertemuan lempeng benua dan samudra.

​2. Sisi Legenda: Jejak Sang Penguasa Pantai Selatan

​Masyarakat lokal memiliki cara tersendiri untuk menjelaskan kemegahan ini. Jauh sebelum istilah “lempeng tektonik” dikenal, keindahan dan kegarangan alam Ciletuh dikaitkan dengan kekuatan spiritual.

​Salah satu cerita yang melekat adalah tentang Puncak Manik. Konon, tempat-tempat tinggi di Ciletuh adalah singgasana atau tempat meditasi para leluhur dan tokoh sakti. Air terjun seperti Curug Awang yang lebar dan megah sering dianggap sebagai tirai gaib menuju dimensi lain. Masyarakat percaya bahwa menjaga alam Ciletuh bukan sekadar tugas lingkungan, melainkan bentuk penghormatan kepada “penjaga” yang telah menjaga keseimbangan alam selama berabad-abad.

​3. “Locana”: Cara Baru Menikmati Ciletuh

​Inilah inti dari Geolocana. Kami mengajak Anda melihat melampaui apa yang tertangkap kamera smartphone Anda.

  • Saat Anda melihat air terjun: Anda tidak hanya melihat air jatuh, tapi melihat bagaimana air mengikis batuan purba selama jutaan tahun (erosi).
  • Saat Anda melihat hamparan sawah di teluk: Anda sedang melihat hasil dari sedimentasi panjang yang membentuk dataran subur dari material vulkanik tua.

Leave a Comment