
Ongkos Angkut Batu Bara Pesisir China Pecah Rekor 2 Tahun, Lalu Mulai Koreksi
SXCoal – 31 Maret 2026 – Tarif angkut batu bara jalur pesisir China mencetak level tertinggi sejak pertengahan Maret 2022 pekan lalu, sebelum turun untuk pertama kalinya sejak awal Februari seiring melemahnya permintaan kapal. China Coastal Coal Freight Composite Index naik 8,48% (w/w) ke 1.098 poin pada 27 Maret, melonjak 79,76% dibanding sebulan lalu dan 40,18% (y/y).
Lonjakan dipicu kemacetan stok di pelabuhan utara (pasokan rel tinggi membuat sebagian pelabuhan membatasi penerimaan), sehingga trader buru-buru melepas kargo dan permintaan kapal naik. Harga batubara impor yang mahal mendorong utilitas beralih ke pasokan domestik, sementara kenaikan harga minyak dan gangguan cuaca/penutupan pelabuhan memperketat kapasitas dan membuat penawaran kapal tetap keras.
Menjelang akhir pekan, pasar mulai dingin karena harga batubara domestik dan ongkos angkut yang makin mahal menekan minat beli, keunggulan biaya batubara impor membaik, serta faktor low season. Pelemahan freight global juga mengurangi dukungan biaya dan menurunkan daya tahan penawaran.
Pergerakan rute (27 Maret):
• Qinhuangdao → Guangzhou 50–60k DWT: 65 yuan/ton (+3,0 yuan/ton w/w)
• Qinhuangdao → Guangzhou 60–70k DWT: 62 yuan/ton (+2,1 yuan/ton w/w)
Ringkas freight global (27 Maret):
• BDI: 2.036 (-0,97% w/w)
• Panamax Indonesia → China: $9,80/ton (- $0,61/ton w/w)
• Supramax Indonesia → China: $12,11/ton (- $0,34/ton w/w)
• Capesize Australia → China: $18,55/ton (- $0,82/ton w/w)
Pasar menilai tarif pesisir sulit mengulang reli besar karena low season makin dalam, meski masih ada faktor penopang.


