Pasar Batu Bara Volatil: Sentimen AI China & Rel Rusia Sempat Kerek Harga, Kini Terkoreksi

CNBC/InvestorID — 22 Januari 2026 — Pasar batu bara global mengalami pergerakan fluktuatif (roller coaster) pekan ini. Sempat reli pada Selasa (20/1) menembus level US$ 112,2 per ton berkat optimisme permintaan China dan jaminan logistik Rusia, harga kontrak berjangka kembali terkoreksi pada perdagangan hari ini.

Posisi Pasar Terkini:
Data perdagangan Kamis (22/1) menunjukkan tekanan jual teknikal:ICE Newcastle

  • Kontrak Feb ’26: Turun ke US$ 111,00 per ton (sebelumnya US$ 112,2).
  • Kontrak Jan ’26: Melemah ke US$ 109,35 per ton (-0,55%).
    ICE Rotterdam
  • Jan ’26 berada di sekitar US$98 per ton, menandakan volatilitas serupa di pasar Eropa.

Pemicu Reli Awal Pekan:

  1. China “Lapar” Listrik: China diproyeksikan meluncurkan 100 PLTU baru tahun ini untuk menopang lonjakan beban listrik dari ekspansi pusat data (Data Center), kecerdasan buatan (AI), dan kendaraan listrik.
  2. Logistik Rusia: Rusia mengamankan kesepakatan ekspor 60 juta ton batu bara dari wilayah Kuzbass via jalur kereta api timur untuk menjaga pangsa pasar di Asia.

Meski sentimen jangka panjang positif, pasar fisik (spot) di pelabuhan utara China saat ini masih lesu dengan minat beli rendah meski ada gelombang dingin. Di sisi suplai, Forge Resources Corp melaporkan temuan lapisan batu bara baru di proyek La Estrella, Kolombia, yang mengonfirmasi potensi produksi tambahan.

Leave a Comment