Tempo/Bloomberg — 13 Januari 2026 — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan ambisi besarnya untuk mewujudkan kemandirian energi nasional melalui proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Presiden meyakini bahwa dengan cadangan batu bara yang melimpah, Indonesia mampu memproduksi DME sendiri untuk menggantikan ketergantungan pada impor Liquified Petroleum Gas (LPG) yang membebani neraca dagang. Targetnya cukup agresif, Prabowo menginginkan Indonesia dapat menyetop impor energi dalam kurun waktu 5 hingga 7 tahun ke depan.
Untuk merealisasikan hal ini, sinergi dua raksasa BUMN, MIND ID dan PT Pertamina (Persero), resmi diperkuat. Dalam skema kerja sama ini, PT Bukit Asam Tbk (PTBA)—anggota holding MIND ID—akan berperan vital sebagai pemasok batu bara. Sementara itu, Pertamina bertindak sebagai pembeli (offtaker) sekaligus agregator yang menyiapkan infrastruktur distribusi untuk menyalurkan produk hilirisasi (DME, Synthetic Natural Gas, dan metanol) ke masyarakat. Langkah ini dinilai krusial mengingat proyeksi konsumsi LPG nasional tahun 2026 mencapai 10 juta metrik ton, sementara produksi domestik eksisting hanya mampu menambal sekitar 1,3–1,4 juta metrik ton.
Dari sisi eksekusi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta waktu satu bulan untuk memfinalisasi detail proyek ini. Bahlil akan berkoordinasi intensif dengan Rosan Roeslani, CEO Danantara (Badan Pengelola Investasi), guna merampungkan skema investasi sebelum melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) dalam waktu dekat.