klipping berita

PTBA Desak Kaji Ulang Batas Harga DMO $70 di Tengah Perubahan Kuota Batu Bara dan Penurunan Ekspor

Bloomberg – 1 April 2026 – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meminta pemerintah untuk mengevaluasi kembali kebijakan harga Domestic Market Obligation (DMO) batu bara, yang dinilai sudah tidak relevan. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada hari Selasa, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyoroti bahwa harga DMO untuk kelistrikan masih tertahan pada level US$70 per ton sejak 2017, sementara seluruh komponen biaya operasional terus meningkat. PTBA juga memohon dukungan kebijakan ekstra, termasuk insentif keringanan pajak, prioritas akses infrastruktur, dan fasilitas pembiayaan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah menyusun draf Kepmen DMO terbaru, menetapkan target pasokan domestik 2026 sebesar 247,9 juta ton, sedikit turun dari realisasi 2025 sebanyak 254 juta ton. Namun, Wamen ESDM Yuliot Tanjung menyatakan persentase wajib pasok domestik kemungkinan akan meningkat dari sebelumnya 25% menjadi di atas 30%. Peningkatan persentase ini berasal dari rencana pengurangan target produksi batu bara nasional (RKAB) 2026 menjadi sekitar 600 juta ton, jauh di bawah target awal 733 juta ton dan realisasi 2025 yang mencapai 790 juta ton. Pemangkasan produksi ini sejalan dengan tren penurunan ekspor; BPS melaporkan volume ekspor batu bara 2025 terkoreksi 3,66% menjadi 390,93 juta ton, dengan nilai ekspor yang merosot 19,7% yoy menjadi US$24,48 miliar. Meskipun terjadi kontraksi produksi dan ekspor, Ditjen Minerba tetap mematok target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2026 sebesar Rp134,05 triliun dan target investasi sektor minerba sebesar US$5,17 miliar.

Author: Mata Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *