Rencana Pensiunkan 6,7 GW PLTU Batu Bara RI Terancam Batal Total, Pendanaan JETP $20 Miliar Mandek! Korsel Justru Tutup 40 PLTU

Reuters/Katadata – 19 November 2025 — Rencana Indonesia untuk mempensiunkan 6,7 gigawatt (GW) kapasitas PLTU batu bara pada 2030 demi memerangi perubahan iklim terancam gagal total. Pasalnya, janji pendanaan US$20 miliar dari koalisi 10 negara donor (Just Energy Transition Partnership/JETP) sejak 2022 belum terealisasi sepeser pun untuk program pensiun PLTU.

Paul Butarbutar, Kepala Sekretariat JETP Indonesia, di sela-sela KTT Iklim COP30 di Brazil, mengungkapkan kekecewaannya. “Kami belum melihat komitmen dari siapapun untuk membiayai penghentian PLTU batu bara.” Ia bahkan mengisyaratkan, jika tidak ada pendanaan, “kita harus memikirkan apakah phase-out adalah pilihan terbaik.”

💰 Pendanaan Macet: JETP baru menyetujui US$2,85 miliar dalam bentuk pinjaman/ekuitas dan US$186,9 juta hibah untuk sektor lain, tanpa alokasi untuk pensiun PLTU.
🇺🇸 AS Mundur: Amerika Serikat telah menarik diri dari JETP Indonesia.
♻️ Tantangan Pengganti: JETP Indonesia masih mengkaji cara mengganti kapasitas PLTU yang dipensiunkan (misal, surya di Jawa atau panas bumi).
🛑 Cirebon-1 Tertunda: Penutupan PLTU Cirebon-1 (660 MW) menghadapi penundaan karena kesepakatan pendanaan belum tercapai.

Di Sisi Lain, Korea Selatan Justru Komitmen Tutup 40 PLTU. Di KTT COP30 yang sama, Korea Selatan justru mengumumkan bergabung dengan Powering Past Coal Alliance (PPCA) dan berencana menutup 40 PLTU mereka hingga 2040. Namun, APBI menilai dampak penutupan ini terhadap ekspor batu bara Indonesia tidak akan signifikan, mengingat penurunan konsumsi Korsel sudah terprediksi bertahap.

Ikuti saluran Indomine

Leave a Comment