Asal Usul Geologi: Dari Batur Purba ke Kaldera Ganda
Kawasan Batur memiliki sejarah geologis yang sangat panjang dan kompleks. Berdasarkan penelitian geologi, Gunung Batur Purba diperkirakan telah terbentuk sejak sekitar 500.000 tahun lalu akibat aktivitas magma yang menembus lempeng dasar bumi. Proses pembentukan gunung ini berlangsung secara bertahap melalui retakan-retakan di kulit bumi yang menjadi jalur keluarnya magma.
Letusan dahsyat pertama terjadi sekitar 29.300–30.000 tahun silam, memuntahkan sekitar 84 km³ material vulkanik dan membentuk kaldera luar berukuran sekitar 13,8 x 10 km. Letusan ini sangat besar sehingga materialnya tersebar hingga ke wilayah selatan Bali, bahkan membentuk batuan paras yang kini digunakan sebagai bahan bangunan dan ukiran di berbagai pura di Bali. Runtuhnya tubuh Gunung Batur Purba akibat kekosongan dapur magma menghasilkan kaldera I berbentuk elips.
Letusan kedua terjadi sekitar 20.150 tahun lalu, memuntahkan sekitar 19 km³ material dan membentuk kaldera dalam (kaldera II) di dalam kaldera I. Proses ini juga menciptakan Danau Batur yang berbentuk bulan sabit di bagian tenggara kaldera. Letusan ketiga, sekitar 5.500 tahun lalu, bersifat linier dan membentuk pucuk lava yang menjadi cikal bakal Gunung Batur saat ini dengan tiga kawah aktif.
Evolusi Magma dan Aktivitas Vulkanik
Penelitian terbaru mengenai evolusi magma Gunung Batur menunjukkan adanya tiga tahapan utama: pre-kaldera, syn-kaldera, dan post-kaldera. Fase syn-kaldera menghasilkan batuan dengan kandungan silika tinggi, sedangkan fase post-kaldera didominasi oleh batuan basaltik. Suhu pembentukan magma berkisar antara 600–700°C, dengan tekstur batuan yang menunjukkan proses pencampuran lelehan kaya kalsium.
Sejak tahun 1804 hingga 2000, Gunung Batur telah meletus setidaknya 22–26 kali, menjadikannya salah satu dari 127 gunung api aktif di Indonesia dan bagian dari Cincin Api Pasifik. Letusan paling dahsyat tercatat pada tahun 1926, yang hampir menimbun candi bentar di kompleks pura setempat.
Dampak Geologi terhadap Lanskap dan Kehidupan
Letusan besar dan proses geologi yang berlangsung selama ribuan tahun telah membentuk lanskap Batur yang sangat khas: kaldera ganda, danau vulkanik, kerucut gunung api, serta tebing-tebing terjal yang menjadi daya tarik ilmiah dan estetika. Endapan ignimbrit dari letusan purba menjadi sumber batuan paras yang digunakan masyarakat Bali untuk membangun pura dan ukiran batu, memperkuat keterkaitan antara geologi dan budaya lokal.