“Super Cycle” Logam Mulia: Emas Tembus US$ 5.100, Platinum Cetak Rekor, Saham Tambang Pesta Pora

Bloomberg — 26 Januari 2026 – Pasar logam mulia dunia resmi memasuki fase “manik” pada perdagangan hari ini, di mana emas global berhasil menjebol level psikologis baru di atas US$ 5.100 per troy ons dan perak mencetak sejarah dengan menembus level US$ 100 per ons. Harga emas spot menyentuh All Time High (ATH) di US$ 5.110,50 per ons (+2,2%), diikuti oleh perak yang terbang 4,8% ke rekor US$ 109,44. Reli ini turut menjalar ke logam industri lainnya: platinum melonjak 3,4% ke rekor tertinggi US$ 2.891,6 per ons, dan paladium menguat 2,5% ke level US$ 2.060,70 per ons (level tertinggi dalam 3 tahun). Sentimen “krisis kepercayaan” investor terhadap aset AS akibat keputusan eratik pemerintahan Trump menjadi pemicu utama pelarian modal ke seluruh lini aset logam ini.

Sentimen global ini memicu efek domino di pasar domestik, mengerek harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 30.000 menjadi rekor Rp 2.917.000 per gram. Euforia ini juga dirayakan di lantai bursa, di mana saham-saham berbasis emas mencatatkan kenaikan signifikan pada Sesi I: PT Merdeka Gold Resources Tbk EMAS memimpin dengan lonjakan 17,41%, disusul ANTM (+12,82%), HRTA (+6,44%), dan BRMS (+5,21%). Analis dari Goldman Sachs bahkan kini menaikkan target harga emas menjadi US$ 5.400 pada akhir tahun, mengindikasikan reli ini masih memiliki tenaga.

Leave a Comment