Reuters – 6 November 2025 — Perusahaan dagang komoditas asal Swiss, Trafigura, dilaporkan memasok sekitar 100.000 ton aluminium ke gudang London Metal Exchange (LME) di Port Klang, Malaysia, pekan lalu untuk memanfaatkan kesepakatan finansial atau rent deal.
Langkah tersebut membuat stok aluminium LME di Port Klang melonjak menjadi 366.850 ton pada 30 Oktober, hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Tiga sumber Reuters menyebut sebagian besar logam tersebut telah didaftarkan dalam bentuk LME warrant, yang memberikan hak kepemilikan resmi atas logam di gudang.
Dalam sistem LME, logam berstatus on warrant dikenai biaya sewa lebih tinggi dibanding logam biasa. Di Port Klang, biaya sewa harian aluminium mencapai US$0,56 per ton, sehingga Trafigura berpotensi memperoleh sekitar US$56.000 per hari dari volume tersebut.
Selain itu, Trafigura bisa mendapat insentif tambahan karena aturan LME mengizinkan operator menagih sewa hingga 80 hari untuk logam yang masih antre keluar gudang. Insentif dihitung berdasarkan tarif free-on-truck (FOT) dan potensi pendapatan sewa.
Manuver seperti ini umum dilakukan oleh pedagang besar untuk mengoptimalkan keuntungan dari biaya sewa dan struktur pasar, terutama saat permintaan fisik aluminium sedang melemah. Trafigura menolak berkomentar terkait laporan ini.