Update Hilirisasi: Pabrik Baterai “Dragon” Terpaksa Cari Nikel Luar, Prabowo Kejar Logam Tanah Jarang

Bloomberg — 21 Januari 2026 — Kesenjangan jadwal (timeline gap) terjadi dalam mega-proyek “Dragon” senilai US$ 6 miliar antara Antam (ANTM) dan CATL. Pabrik baterai sel di Karawang dikonfirmasi akan beroperasi pada Semester II-2026, namun pasokan bahan bakunya terpaksa menggunakan skema multi-source (membeli dari pihak ketiga) pada tahap awal. Manajemen Antam mengakui fasilitas pengolahan internal mereka belum siap: proyek HPAL Buli masih dalam tahap Final Investment Decision (FID), sementara RKEF Feni Haltim baru ditargetkan beroperasi 2027.

Di sektor kebijakan, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan penguasaan teknologi Logam Tanah Jarang (Rare Earth) untuk mendukung komponen magnet mobil listrik nasional, dengan melibatkan BPI Danantara untuk menjalin kemitraan teknologi asing. Senada dengan fokus pemerintah, CEO Vale Indonesia (INCO) Bernadus Irmanto menegaskan bahwa status nikel sebagai “Mineral Kritis” tidak ditentukan oleh fluktuasi harga pasar yang sedang rendah, melainkan oleh fungsi vital dan kelangkaannya dalam transisi energi.

Leave a Comment