Wamen ESDM Jawab Keresahan Pemangkasan RKAB, Janji Hitung Cermat

Bisnis – 04 Februari 2026 – Menanggapi gelombang protes pelaku usaha terkait isu pemangkasan kuota produksi batu bara 40-70%, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini RKAB 2026 belum resmi diterbitkan secara final dan masih dalam tahap evaluasi sistem. Pemerintah mengakui bahwa proses ini memakan waktu karena adanya transisi skema perizinan dari persetujuan tiga tahunan menjadi tahunan (annual).

Yuliot secara terbuka mengakui kecemasan di kalangan pengusaha mengenai risiko kebangkrutan dan PHK massal akibat kebijakan ini. Meskipun target produksi nasional tetap diproyeksikan turun ke level 600 juta ton demi menjaga stabilitas harga global, ia memastikan Kementerian ESDM sedang melakukan perhitungan ulang yang cermat. Hal ini menjadi perhatian khusus (concern) Menteri Bahlil Lahadalia untuk mencari titik keseimbangan, agar upaya mendongkrak harga komoditas tidak justru mematikan kelayakan operasional (viability) perusahaan tambang di lapangan.

Leave a Comment