Modul 5 — Menguji target di bawah permukaan
Pemboran adalah uji langsung terhadap model eksplorasi, tetapi hasilnya hanya sekuat desain lubang, pemulihan inti, pencatatan, sampling, dan pengendalian mutu. Setiap lubang sebaiknya menjawab pertanyaan geologi yang jelas.
Capaian pembelajaran
- Memilih jenis dan orientasi lubang untuk menguji geometri target.
- Mencatat inti bor secara konsisten dan terukur.
- Menjaga chain of custody dan QA/QC sampel.
- Memperbarui model berdasarkan hasil bor, termasuk hasil negatif.
1. Rancang lubang terhadap target
Gunakan penampang dan model 3D untuk menentukan collar, azimut, kemiringan, panjang, serta titik potong yang diharapkan. Lubang harus memotong struktur dengan sudut yang memadai agar ketebalan sebenarnya dapat ditaksir. Pertimbangkan akses, keselamatan, kondisi batuan, batas izin, dan potensi deviasi. Nyatakan apa yang akan mendukung atau menolak hipotesis sebelum rig mulai bekerja.
2. Logging inti bor
Catat kedalaman, recovery, RQD bila relevan, litologi, alterasi, mineralisasi, urat, breksi, struktur, dan kondisi inti. Susun inti berurutan dalam tray dengan blok kedalaman yang terbaca. Foto inti dengan skala, label lubang, dan pencahayaan konsisten sebelum sampling. Ukur orientasi struktur dari inti berorientasi bila prosedurnya tersedia; catat tingkat keyakinannya.
Deskripsi geologi menggunakan kode terstandar tetapi tetap menyertakan komentar penting. Bedakan observasi dari interpretasi. Catat perubahan tekstur, urutan urat, mineral sulfida, oksida, dan hubungan potong-memotong. Konsultasikan mineralogi dengan analisis petrografi atau metode laboratorium bila identifikasi visual meragukan.
3. Sampling dan kendali mutu
Tentukan interval berdasarkan batas geologi dan panjang yang konsisten; hindari mencampur domain yang berbeda. Potong inti dengan prosedur yang mempertahankan setengah inti sebagai arsip bila sesuai. Bersihkan peralatan antar sampel, gunakan label unik, dan cocokkan nomor sampel dengan log sebelum pengiriman. Masukkan blanko, CRM, dan duplikat secara rutin, lalu evaluasi hasil sebelum data kadar digunakan.
4. Survei lubang dan validasi
Ukur deviasi lubang pada interval yang direncanakan. Perbedaan antara lintasan rencana dan aktual dapat mengubah posisi titik potong. Periksa konsistensi kedalaman, koordinat collar, azimut, kemiringan, recovery, interval sampling, serta data laboratorium. Simpan data mentah dan riwayat koreksi agar model dapat direproduksi.
5. Menafsirkan hasil bor
- Tempatkan lubang aktual pada penampang dan model.
- Bandingkan interval alterasi, struktur, urat, dan kadar terhadap prediksi.
- Periksa apakah sampel cukup representatif dan QC diterima.
- Perbarui geometri dan tingkat keyakinan domain.
- Rancang lubang berikutnya untuk membedakan model yang masih mungkin.
Lubang tanpa kadar dapat sama informatifnya dengan penemuan, terutama bila memotong target dengan benar. Tanyakan apakah model salah, lubang meleset, struktur berubah, atau sistem memang tidak termineralisasi.
Latihan
Satu lubang memotong urat tipis berkadar tinggi, tetapi orientasi struktur tidak terukur dan deviasi lubang besar. Jelaskan data tambahan yang dibutuhkan sebelum memproyeksikan kontinuitas urat, lalu usulkan desain lubang lanjutan.
Ringkasan
- Desain lubang berangkat dari hipotesis dan geometri yang dapat diuji.
- Logging rinci, foto inti, dan survei deviasi menjaga konteks geologi.
- QA/QC harus diterima sebelum kadar dipakai dalam keputusan.
- Setiap hasil bor memperbarui model dan rencana pengujian berikutnya.
