Pariwisata petualangan (adventure tourism) di Indonesia terus berinovasi untuk menawarkan pengalaman yang tidak sekadar menguras adrenalin, tetapi juga kaya akan nilai sejarah dan edukasi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara resmi menetapkan Wallacea Expedition Route (Rute Ekspedisi Wallacea) sebagai satu dari empat pola perjalanan wisata petualangan andalan Tanah Air.
Disampaikan oleh Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf, Alexander Reyaan, rute eksplorasi ini dirancang khusus bagi wisatawan untuk menapaki sejarah penjelajahan alam Nusantara yang kelak mengubah pandangan ilmu pengetahuan dunia tentang evolusi flora dan fauna.
Sebelum merencanakan perjalanan petualangan menembus eksotisnya rute ini, mari kita pahami lebih dalam sejarah dan keajaiban yang ada di balik nama “Wallacea”.
1. Siapa Sebenarnya Alfred Russel Wallace?
Bagi para pecinta biologi dan geografi, nama Alfred Russel Wallace adalah seorang legenda. Ia adalah peneliti asal Inggris yang menghabiskan waktu pada rentang tahun 1854 hingga 1862 untuk menjelajahi sudut-sudut pedalaman Nusantara.
Prestasinya selama menjelajah Indonesia tidak main-main. Menempuh jarak tak kurang dari 22.400 kilometer, Wallace berhasil mengumpulkan ratusan ribu spesimen, dengan rincian:
- 310 spesimen mamalia.
- 100 spesimen reptil.
- 8.050 spesimen burung.
- 7.500 spesimen kerang.
- 109.700 spesimen serangga (termasuk kupu-kupu, ngengat, dan lebah).
Namun, tonggak sejarah paling epik dari perjalanannya adalah sebuah surat yang ia kirimkan dari Ternate, Maluku Utara, kepada rekannya, Charles Darwin. Surat bersejarah bertajuk “Surat dari Ternate” tersebut menjadi landasan penting bagi Darwin dalam merumuskan dan menerbitkan buku fenomenal Origin of Species (1859) yang memuat teori seleksi alam.
Berkat dedikasinya membedah dan mengidentifikasi ragam hayati Nusantara, Wallace pun dinobatkan sebagai Bapak Biogeografi.
Baca juga:
- Pesona Bandung Barat: Menyusuri Hidden Gem Sejarah Danau dan Goa Purba
- Menjelajahi Pulau Terisolasi Penuh Keajaiban Geologi di Geopark Nasional Bawean
- Bangga! Indonesia Dinobatkan Sebagai Negara Terindah di Dunia, Ini 7 Alasannya
- Menapaki Asal-Usul Manusia Purba di Labirin Karst Geopark Nasional Tulungagung
- 5 Tempat Wisata Memukau di Gunung Mas (Kalimantan Tengah) yang Wajib Dijelajahi
2. Membedah Garis Wallacea: Pembatas Dua Benua
Nama penjelajah ini kemudian diabadikan menjadi Garis Wallacea. Ini adalah garis khayal biogeografi yang memisahkan wilayah sebaran fauna tipe Asia (zona Asiatis) di bagian barat Indonesia dengan fauna tipe Australia (zona Australis) di bagian timur.
Kawasan yang masuk dalam jalur ekspedisi magis ini sangat luas, membentang melingkupi pulau-pulau eksotis seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Sumba, Flores, Maluku, hingga Maluku Utara.
3. Empat Destinasi Epik dalam Rute Ekspedisi Wallacea
Dalam paket perjalanan wisata yang tengah dikembangkan Kemenparekraf ini, wisatawan akan diajak melintasi empat provinsi utama yang menjadi saksi bisu penelitian Wallace. Berikut adalah rute perjalanannya:
- Sulawesi Selatan (Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung): Terletak di Kabupaten Maros, destinasi ini dijuluki The Kingdom of Butterfly. Tempat ini merupakan surga bagi 250 spesies kupu-kupu, serta habitat endemik tarsius dan monyet liar Sulawesi (Macaca maura). Wisatawan juga akan dimanjakan dengan lanskap ratusan gua bawah tanah (karst) yang menakjubkan.
- Sulawesi Utara (Cagar Alam Tangkoko): Tempat ini adalah rumah asli dari satwa endemik seperti tarsius, beruang kuskus, hingga monyet hitam Sulawesi. Di kawasan cagar alam ini juga berdiri monumen patung setengah badan Alfred Russel Wallace sebagai penghormatan atas jejak langkahnya.
- Gorontalo (Suaka Margasatwa Nantu): Wisatawan akan diajak berinteraksi dengan alam liar yang sesungguhnya. Kawasan ini merupakan tempat bercengkeramanya babi rusa, anoa, tarsius, dan aneka burung. Di kawasan Kolam Adudu, Anda juga bisa menyaksikan flora raksasa Nusantara, seperti pohon rao dan ekaliptus yang tumbuh menjulang tinggi.
- Maluku Utara (Ternate): Ini adalah titik kulminasi perjalanan sejarah Wallace. Di pulau penghasil rempah inilah sang naturalis mendapatkan kilasan inspirasi tentang teori seleksi alam. Wisatawan akan diajak menyelami peninggalan budaya dan tempat di mana sejarah biologi dunia tertorehkan.
Ke depannya, Kemenparekraf tidak hanya menyiapkan jalur fisik, namun juga membangun narasi penceritaan (story telling) dan aset visual digital untuk mempromosikan Rute Ekspedisi Wallacea ini agar semakin menggema di telinga wisatawan mancanegara. Sebuah perpaduan apik antara pariwisata petualangan, konservasi alam, dan napak tilas sejarah dunia!
