7 Tempat Wisata di Medan yang Mengagumkan dan Kaya Sejarah

Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian, tetapi juga destinasi wisata yang penuh daya pikat. Berawal dari sebuah kampung kecil bernama Medan Putri pada tahun 1590, kota ini kemudian berkembang pesat sejak dibukanya perkebunan tembakau pada tahun 1863.

Latar belakang sejarahnya yang panjang—ditambah dengan lokasinya yang diapit oleh pertemuaan dua sungai utama, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli—membuat Medan kaya akan peninggalan arsitektur bernilai seni tinggi, wisata kuliner lezat, serta keberagaman budaya yang harmonis.

Jika kamu sedang merencanakan liburan ke Medan, berikut 7 rekomendasi tempat wisata mengagumkan yang wajib masuk ke dalam daftar kunjunganmu!

1. Istana Maimun: Kemegahan Warisan Kesultanan Melayu Deli

Siapa yang tak kenal dengan Istana Maimun? Istana ikonik peninggalan Kesultanan Deli ini didominasi oleh warna kuning khas Melayu yang sangat anggun. Selesai dibangun pada 25 Agustus 1888 di era Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, istana megah ini masih ditempati oleh ahli waris kerajaan hingga saat ini.

Berlokasi di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, wisatawan yang berkunjung bisa berkeliling melihat koleksi benda-benda antik bersejarah, berfoto dengan pakaian adat Melayu, hingga menikmati pertunjukan musik tradisional Melayu di waktu-waktu tertentu.

  • Lokasi: Jl. Brigadir Jenderal Katamso, Sukaraja, Medan Maimun, Kota Medan.

  • Daya Tarik Utama: Arsitektur Khas Melayu, koleksi benda antik bersejarah, dan pertunjukan musik tradisional.

2. Tjong A Fie Mansion: Mesin Waktu Kebudayaan Tionghoa di Kesawan

Bagi pencinta sejarah dan fotografi, Tjong A Fie Mansion adalah destinasi yang tak boleh terlewatkan. Mansion berusia lebih dari 125 tahun ini berdiri di atas lahan seluas 2.200 $m^2$ dengan 35 kamar dan dua lantai yang terawat sangat bersih dan rapi.

Tjong A Fie sendiri merupakan seorang tokoh pengusaha etnis Tionghoa dermawan asal Guangdong yang berperan besar dalam pembangunan Kota Medan di awal abad ke-20. Bangunan mansion ini memadukan ciri khas arsitektur Tionghoa dengan hiasan lampion merah, pilar-pilar megah, serta ornamen patung singa di depan gerbang utamanya. Wisatawan bisa mengelilingi rumah ini sambil didampingi pemandu untuk mempelajari sejarah hidup beliau.

  • Lokasi: Jl. Ahmad Yani No. 105, Kesawan, Medan Barat, Kota Medan.

  • Daya Tarik Utama: Arsitektur klasik Tionghoa, 35 kamar bersejarah, tur pemandu, dan spot foto vintage.

3. Merdeka Walk: Pusat Kuliner Malam di Bawah Pepohonan Rindang

Ingin berburu kuliner Medan di ruang terbuka yang nyaman? Langsung saja meluncur ke Merdeka Walk. Diresmikan pada 14 April 2005 di kawasan Kesawan, tempat yang dulunya merupakan area parkir ini telah disulap menjadi pusat kuliner populer di Kota Medan.

Tersedia sekitar 700 kursi pengunjung yang berada di bawah naungan pepohonan Trembesi yang rindang dan sejuk. Di sini, kamu bisa mencicipi beragam hidangan, mulai dari makanan khas seperti Soto Medan, sup buntut, pecal, hingga sajian western food seperti pizza dan burger. Saat malam tiba, hiasan lampu kelap-kelip makin mempercantik suasana tempat ini.

  • Lokasi: Jl. Balai Kota, Kesawan, Medan Barat, Kota Medan.

  • Daya Tarik Utama: Pusat kuliner terlengkap, tempat duduk di bawah pohon Trembesi, dan suasana malam yang semarak.

4. Gedung London Sumatra: Pesona Ikonik Bangunan Kolonial Belanda

Berada di pusat area bersejarah Kesawan, Gedung London Sumatra (sering disebut Gedung Lonsum) berdiri megah memancarkan keanggunan gaya arsitektur kolonial Belanda.

Bangunan berwarna putih bersih ini awalnya difungsikan sebagai kantor perusahaan perkebunan London Sumatra, Konsulat Inggris, hingga Perpustakaan British Council. Karena bentuk fisiknya yang sangat klasik dan terawat rapi, Gedung Lonsum kini menjadi salah satu landmark paling populer sebagai latar belakang foto estetis khas Eropa di Kota Medan.

  • Lokasi: Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2, Kesawan, Medan Barat, Kota Medan.

  • Daya Tarik Utama: Arsitektur gaya Eropa kolonial, nilai sejarah perkebunan Medan, dan spot foto favorit.

5. Masjid Raya Al-Mashun: Mahakarya Arsitektur Lintas Benua

Masjid Raya Al-Mashun (atau Masjid Raya Medan) dibangun pada masa pemerintahan Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah dan diresmikan pada 10 September 1909. Dirancang oleh arsitek asal Belanda bernama T. H. van Erp, bangunan masjid ini secara memukau memadukan gaya arsitektur Timur Tengah, India, dan Eropa.

Berdiri di atas lahan seluas 1 hektar, denah bangunan utama masjid ini berbentuk persegi delapan dengan lima kubah anggun dan lantai berlapis granit berwarna-warni. Selain sebagai tempat ibadah utama umat Islam, keindahan dan kemegahan rincian arsitekturnya menjadikan masjid ini salah satu objek wisata religi paling tersohor di Indonesia.

  • Lokasi: Jl. Mahkamah No. 743, Mesjid, Medan Kota, Kota Medan.

  • Daya Tarik Utama: Perpaduan arsitektur Timur Tengah, Eropa, dan India, denah segi delapan, serta nilai sejarah keagamaan.

6. Vihara Gunung Timur: Kedamaian Spiritual di Tepian Sungai Babura

Terletak tepat berhadapan dengan aliran Sungai Babura yang dipercaya membawa keberuntungan, Vihara Gunung Timur merupakan salah satu tempat ibadah sekaligus objek wisata religi bercorak Tionghoa terluas di Kota Medan.

Dominasi warna merah yang hangat serta hiasan dua patung naga dan ikan raksasa berkepala naga di bagian atap langsung menyapa pandangan pengunjung. Di depan pintu masuk, terdapat sepasang arca singa batu hitam dan putih yang megah. Suasana di dalam vihara terasa sangat tenang dan syahdu, lengkap dengan tambur/bedug besar yang dibunyikan saat ritual keagamaan.

  • Lokasi: Jl. Hang Tuah No. 16, Madras Hulu, Medan Polonia, Kota Medan.

  • Daya Tarik Utama: Ornamen naga dan burung Hong yang mendetail, arca singa penjaga pintu, serta atmosfer tempat ibadah yang syahdu.

7. Kuil Shri Mariamman: Kuil Hindu Tertua dengan Warna-Warni Eksotis

Sebagai bukti keberagaman budaya di Medan, kamu wajib mengunjungi Kuil Shri Mariamman. Didirikan pada tahun 1884, kuil ini memegang predikat sebagai kuil Hindu tertua di Kota Medan.

Kuil ini dihiasi oleh banyak patung dewa-dewi Hindu dengan pewarnaan yang sangat mencolok dan eksotis. Selain digunakan sebagai tempat sembahyang harian umat Hindu, Kuil Shri Mariamman juga menjadi pusat penyelenggaraan ritual festival keagamaan besar seperti perayaan Deepavali dan perayaan Panen Padi.

  • Lokasi: Persimpangan Jl. Teuku Umar dan Jl. Zainul Arifin, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan.

  • Daya Tarik Utama: Kuil Hindu tertua di Medan, hiasan relief patung dewa-dewi berwarna-warni, dan lokasi perayaan festival budaya.

Siap Menjelajahi Pesona Kota Medan?

Kota Medan terbukti menyajikan paket wisata yang sangat lengkap: mulai dari peninggalan sejarah kesultanan, bangunan megah lintas budaya, wisata religi yang menenangkan, hingga kuliner lezat yang memanjakan lidah.

Kira-kira destinasi mana yang paling ingin kamu kunjungi lebih dulu saat berlibur ke Medan? Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman-teman jalan-jalanmu dan pantau terus Geolocana.com untuk mendapatkan pembaruan panduan wisata, cerita budaya, serta inspirasi perjalanan terbaik di seluruh Nusantara!

Mata Bumi

Author: Mata Bumi

Leave a Comment